Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur mengungkap rencana besar Pemerintah Daerah dalam memperkuat kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroda Luwu Timur Gemilang (LTG).
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Penyertaan Modal, Sarkawi A. Hamid, menyebut pemerintah telah menyiapkan penyertaan modal senilai Rp240,04 miliar yang akan diberikan secara bertahap hingga tahun 2028.
“Nilainya mencapai Rp240 miliar lebih, terdiri dari Rp226,94 miliar uang tunai dan Rp13,10 miliar dalam bentuk aset milik daerah,” ungkap Sarkawi dalam rapat pembahasan bersama manajemen Perseroda dan perwakilan Pemkab, Rabu (8/10/2025).
Dana besar itu akan dialokasikan melalui APBD Tahun 2024–2028. Beberapa aset daerah juga akan dialihkan untuk memperkuat operasional Perseroda, di antaranya Pabrik Es di Burau, Gudang SRG di Towuti, dan Gudang Rumput Laut di Lakawali.
Meski begitu, DPRD menegaskan agar penyertaan modal ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi disertai rencana bisnis yang konkret dan terukur.
“Setiap rupiah harus jelas peruntukannya dan menghasilkan keuntungan bagi daerah. Jangan sampai BUMD hanya jadi tempat menampung dana tanpa produktivitas,” tegas Sarkawi.
Ia mengingatkan, pengalaman sebelumnya harus menjadi pelajaran agar BUMD mampu menjalankan fungsi ekonomi secara profesional dan tidak membebani keuangan daerah.
“Penyertaan modal ini harus menjadi investasi yang menghasilkan, bukan beban. DPRD akan terus mengawal penggunaannya,” tambahnya.
Langkah besar ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi kemandirian fiskal Luwu Timur, mengurangi ketergantungan terhadap dana pusat, serta memperkuat kontribusi BUMD dalam menciptakan lapangan kerja dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).




