Kabupaten Luwu Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia pendidikan. Dua wakilnya berhasil mengharumkan nama daerah pada Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Transformatif 2025 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, yang digelar oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan).
Mereka adalah Dian Aryanti Haryanto, guru TK Negeri Pembina Mangkutana, peraih Juara 1 Kategori Guru TK Transformatif, dan Muhammad Syawal, tenaga administrasi UPT SMP Negeri 3 Angkona, yang meraih Juara 2 Kategori Tenaga Administrasi Sekolah Transformatif.
Proses wawancara dan presentasi karya inovatif dilaksanakan pada 29–30 Oktober 2025 di Hotel Karebosi Premier Makassar, diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Puncak acara berupa penyerahan penghargaan digelar pada 31 Oktober 2025 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sulawesi Selatan), Makassar.
Dalam karyanya, Dian Aryanti menampilkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi virtual reality (VR) yang diterapkan di TK Negeri Pembina Mangkutana.
Melalui teknologi ini, proses belajar menjadi lebih interaktif, bermakna, dan menyenangkan karena peserta didik dapat menjelajahi dunia luar secara virtual tanpa meninggalkan ruang kelas.
“Dengan teknologi VR, anak-anak bisa belajar lebih aktif dan imajinatif. Saya ingin mereka menikmati proses belajar dengan cara yang menyenangkan,” ujar Dian.
Atas prestasi tersebut, Dian akan mewakili Provinsi Sulawesi Selatan di tingkat nasional pada ajang GTK Transformatif 2025.
“Alhamdulillah, ini hasil kerja keras, doa, dan dukungan semua pihak, keluarga, sekolah, hingga Dinas Pendidikan. Semoga menjadi motivasi bagi guru-guru lainnya untuk terus berinovasi,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Syawal tampil gemilang dengan inovasi SIKOLA (Sistem Informasi Kolaboratif Sekolah), sistem digital yang memudahkan pengelolaan administrasi sekolah agar lebih efisien, transparan, dan terintegrasi.
“SIKOLA dirancang untuk mempercepat layanan administrasi sekolah seperti surat-menyurat, pengarsipan data, hingga komunikasi antarwarga sekolah. Semua dilakukan secara digital agar lebih cepat dan akurat,” jelas Syawal.
Kepala UPT SMP Negeri 3 Angkona, Muhammad Iqmal Amrullah, menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih tenaga administrasi di sekolahnya.
“Prestasi ini bukan hanya milik Pak Syawal, tapi juga kebanggaan seluruh keluarga besar Spentiga Angkona dan masyarakat Luwu Timur. Beliau telah membuktikan bahwa tenaga administrasi juga berperan besar dalam transformasi pendidikan di era digital,” ujar Iqmal.
Sementara itu, Syawal mengucap rasa syukur atas dukungan berbagai pihak selama proses seleksi.
“Capaian ini saya persembahkan untuk Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur dan seluruh rekan guru serta tenaga kependidikan. Semoga inovasi SIKOLA bisa diterapkan di lebih banyak sekolah agar administrasi semakin efisien dan transparan,” ucapnya.




