Dinas Kesehatan (Dinkes) Luwu Timur menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61. Agenda berlangsung selama empat hari, mulai 19 hingga 22 November 2025, dengan beragam kegiatan edukatif dan lomba yang melibatkan tenaga kesehatan, masyarakat, dan jajaran perangkat daerah.
Perayaan dibuka dengan kuliah pakar yang menghadirkan dua narasumber di bidang kesehatan, yakni Prof Idar Mappangara dan Tri Maharani.
Kegiatan ini membahas perkembangan layanan kesehatan dan tantangan kesehatan masyarakat di era modern.
Memasuki hari kedua, Kamis (20/11/2025), berbagai lomba meramaikan peringatan HKN ke-61. Lomba Voli dan Lari Karung dipusatkan di Lapangan Desa Puncak Indah, sementara Lomba Tenis Meja, Estafet Sarung, Rangking 1, Fashion Show, dan Senam Edukasi Kesehatan digelar di halaman Kantor Dinas Kesehatan.
Sekretaris Dinkes yang juga Ketua Panitia HKN, Helmy Kahar, menjelaskan bahwa tema tahun ini adalah “Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju” yang sejalan dengan penguatan enam pilar transformasi kesehatan menuju Indonesia Emas.
“Kegiatan HKN ini rutin kami selenggarakan. Enam pilar ini kami perkuat di tingkat daerah, mulai dari layanan primer di Puskesmas, digitalisasi pelayanan, percepatan imunisasi, percepatan penurunan stunting, peningkatan mutu layanan, hingga penguatan SDM kesehatan,” jelasnya.
Helmy juga menyampaikan bahwa beberapa indikator kesehatan di Lutim menunjukkan progres positif, terutama pada cakupan imunisasi dasar lengkap dan penanganan stunting yang semakin terintegrasi.
“Tantangan terbesar adalah menjaga kesadaran masyarakat untuk hidup sehat secara berkelanjutan. Tren penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes makin meningkat, termasuk faktor lingkungan. Tetapi dengan edukasi dan kolaborasi, kami optimistis tantangan ini bisa diatasi,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum HKN sebagai semangat untuk memulai pola hidup sehat.
“Mulailah dari langkah sederhana: makan bergizi, olahraga teratur, rutin periksa kesehatan, serta menjaga kebersihan lingkungan. Kesehatan keluarga adalah fondasi kualitas hidup,” tutupnya.




