LUWU TIMUR — Suasana menggembirakan mewarnai hari pertama masuk sekolah setelah libur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah di SDN 183 Buyuntana, Kecamatan Tomoni, Senin (30/03/2026). Para siswa Kelas I didampingi orang tua menerima paket seragam sekolah gratis dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala UPT SDN 183 Buyuntana, Rismasari, kepada para siswa di lingkungan sekolah. Paket yang dibagikan meliputi pakaian seragam sekolah, dasi, topi, tas, kaos kaki, hingga sepatu.
Program seragam gratis tersebut merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di bawah kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Puspawati Husler.
Kepala UPT SDN 183 Buyuntana, Rismasari, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan amanah dari pemerintah daerah untuk membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah siswa.
“Alhamdulillah hari ini kami menyampaikan amanah dari Pemkab Lutim dengan membagikan seragam dan sepatu gratis kepada siswa Kelas I,” ujar Rismasari.
Ia menilai program tersebut sangat membantu orang tua siswa, terutama yang memiliki keterbatasan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak.
Salah satu orang tua siswa, Sitti Nur Rahmatia, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah daerah. Menurutnya, bantuan tersebut meringankan beban orang tua dalam menyiapkan kebutuhan sekolah anak.
“Tentu saja bantuan ini sangat membantu kami sebagai orang tua, sehingga kami tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli perlengkapan sekolah anak,” ujarnya.
Secara keseluruhan, pada hari yang sama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mendistribusikan bantuan seragam sekolah gratis kepada 16.253 pelajar jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP di seluruh wilayah Luwu Timur.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut ditargetkan menjangkau seluruh sekolah, termasuk sekolah swasta, dan diharapkan rampung paling lambat Rabu mendatang.
Ia juga menginstruksikan agar pelaksanaan program ini dikawal oleh seluruh pihak terkait agar berjalan lancar dan tepat sasaran.
Menurut Bupati, penyaluran bantuan sebenarnya direncanakan pada awal tahun ajaran, namun sempat mengalami keterlambatan karena proses produksi sepatu dan tas dilakukan di luar daerah, sementara seragam dan topi diproduksi oleh pelaku UMKM lokal.




