Rekruitmen Tenaga Honorer RSUD Batara Guru Belopa di Sorot

1 Min Read

Puluhan pelamar tenaga honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Belopa, Kabupaten Luwu mempertanyakan sistem penerimaan yang dilakukan pihak rumah sakit sejak tahun 2013 lalu.

Informasi yang dihimpun, pelamar kecewa dalam rekrutimen yang dilakukan pihak rumah sakit yang terkesan adanya diskriminasi. Pasalnya, para honorer yang dinyatakan lulus hingga saat ini belum juga diterima. Para pelamar pun menduga jika tenaga honorer yang diterima bahkan ada yang tidak mengikuti tes namun langsung diterima.

“Kita sudah lulus tapi kok tak di akomodir, dari informasi yang saya terima, ada juga yang tidak di tes tapi langsung diterima,” ungkap Irmawati, salah seorang pelamar.

Dirinya berharap agar pihak rumah sakit dapat memberikan alasan tidak diakomudirnya bersama puluhan rekan-rekannya yang sudah dinyatakan lulus ini. “Apa alasannya mereka tidak mengakomudir kami padahal kita sudah dinyatakan lulus tes,” ungkap Irmawati kepada awak media, Selasa (21/10/14).

Sementara itu, Direktur RSUD Batara Guru Belopa, Suharkimin mengelak saat ditemui oleh awak media.”Saya masih diluar, nanti kita ketemu,” ungkap Suharkimin.

Dari data yang dihimpun, sejak di umumkan pertengahan bulan Februari 2013 lalu, jumlah tenaga honorer yang dinyatakan lulus namun belum diakomudir sebanyak 63 orang dengan rincian Bidan 23 orang dan Perawat 40 orang. (*)

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.