Resmikan GSJA Ekklesia, Husler : Jagalah Tempat Ibadah Ini Agar Tetap Ramai

1 Min Read

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler, meresmikan Gedung Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Jemaat Ekklesia Perumahan Dongi, Kecamatan Wasuponda (03/10/2019).

Tiba di lokasi, Husler yang didampingi Asisten Pemerintahan, Dohri As’ari dan Camat Wasuponda, Joni Pattabi disambut Tarian Momaani dari Suku Karonsie.

Pentahbisan dan Peresemian Gedung Gereja Jemaat Ekklesia ini ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Bupati Luwu Timur, disaksikan langsung Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) GSJA Sulselbatra, Pdt. Hengli Kasenda.

Pada kesempatan ini, Husler berharap kiranya gereja menjadi tempat menjalin komunikasi timbal balik dengan jemaat agar mengurangi berbagai masalah yang terjadi didalam kehidupan berjemaat, bergereja dan sebagai anggota masyarakat.

Sebagai warga jemaat, warga gereja adalah bagian dari warga masyarakat. Oleh sebab itu, peran gereja sangat dibutuhkan untuk memberikan pencerahan bagi jemaat untuk menjembatani berbagai permasalahan sosial masyarakat.

“Peran Tokoh-Tokoh Agama sangat dibutuhkan untuk menjaga situasi dan kondisi daerah tetap aman dan damai. Kita hidup dalam perbedaan tapi harus tetap rukun dan saling menjaga silaturahmi,” pesan Husler.

Husler juga mengajak Jemaat Ekklesia Perumahan Dongi untuk senantiasa menjadikan rumah ibadah sebagai tempat pertemuan jemaat dan menjaga tempat ibadah ini agar tetap ramai didatangi jemaat.

“Selamat atas pentahbisan dan peresmian Gedung Gereja GSJA Jemaat Ekklesia,” tutup Husler. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.