Tawa pecah di halaman Kantor Bupati Luwu Timur, Jumat (5/6/2026), saat Bupati Irwan Bachri Syam meminta dua perempuan muda maju ke depan ratusan peserta pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Keduanya berjalan berdampingan sambil tersipu malu. Wajah mereka nyaris identik. Bahkan, Bupati Irwan mengaku sempat kesulitan membedakan keduanya.
“Mereka ini susah dibedakan. Makanya saya minta satu pakai kacamata, satu jangan,” ujar Irwan sambil bercanda yang langsung disambut gelak tawa peserta.
Dua perempuan itu adalah Elda Apriana dan Elsa Hestiani, saudari kembar asal Kabupaten Bone yang sama-sama berhasil lolos seleksi hingga resmi menyandang status PNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Elda kini bertugas di Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Luwu Timur. Sementara saudara kembarnya, Elsa, ditempatkan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Sama-sama Ikut Tes, Sama-sama Lulus
Keberhasilan dua saudari kembar itu menarik perhatian banyak peserta. Bukan hanya karena wajah mereka yang sulit dibedakan, tetapi juga karena keduanya melewati proses seleksi panjang secara bersamaan hingga sama-sama dinyatakan lulus.
“Mereka ini sama-sama ikut tes, saudara kandung, kembar lagi, langsung dua-duanya lulus. Luar biasa. Selamat yah,” kata Irwan yang kembali disambut tepuk tangan.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling berkesan dalam prosesi pengambilan sumpah 814 PNS Formasi Tahun 2025 di Kabupaten Luwu Timur.
Di tengah suasana resmi dan penuh khidmat, cerita Elda dan Elsa menghadirkan sisi lain dari perjalanan menjadi aparatur sipil negara: perjuangan, kebersamaan, dan sedikit kisah lucu yang membuat suasana menjadi cair.
Bukan Soal Keberuntungan
Di balik tawa yang muncul saat keduanya berdiri di depan peserta, tersimpan perjalanan panjang yang tidak sederhana.
Mereka harus melewati tahapan seleksi yang ketat seperti ribuan peserta lainnya sebelum akhirnya resmi mengenakan status baru sebagai PNS.
Bupati Irwan menilai kisah seperti ini menjadi pengingat bahwa kesempatan terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha dan mempersiapkan diri.
Hari itu, bukan hanya status kepegawaian yang berubah.
Bagi Elda dan Elsa, momen tersebut menjadi cerita yang mungkin akan terus dikenang — tentang dua saudari kembar yang sama-sama lulus, sama-sama mengabdi, dan bahkan sempat membuat seorang bupati kebingungan membedakan mereka.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

