Siswi SD di Palopo Diduga Dilecehkan Guru, Kini Takut Kembali ke Sekolah

Asdhar
4 Min Read
Ilustrasi
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM — Seorang siswi kelas V sekolah dasar (SD) di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, dilaporkan mengalami dugaan pelecehan oleh seorang guru olahraga di sekolahnya. Laporan tersebut telah disampaikan orang tua siswi ke Satreskrim Polres Palopo pada Kamis (10/9/2026).

Guru berinisial AH tersebut masih berstatus sebagai terlapor. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/464/IX/2026/SPKT/Polres Palopo/Polda Sulawesi Selatan.

Dugaan peristiwa tersebut disebut terjadi sehari sebelum laporan dibuat, yakni Rabu (9/9/2026). Berdasarkan keterangan ibu siswi, Kartini, anaknya kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada kakaknya sebelum informasi itu sampai kepadanya.

Kartini mengatakan anaknya cukup dekat dengan AH karena guru tersebut mengajar olahraga di sekolah. Kedekatan itu membuat anaknya kerap berinteraksi dan bercerita kepada guru tersebut.

Menurut cerita yang disampaikan anak kepada keluarga, dugaan peristiwa bermula ketika siswi tersebut sedang bermain bersama teman-temannya di lingkungan sekolah.

Saat itu, siswi tersebut disebut meminta uang Rp1.000 kepada AH. Namun, guru tersebut disebut menawarkan uang Rp5.000 dengan meminta siswi datang ke area dekat gudang sekolah.

Kartini mengatakan anaknya kemudian mendatangi lokasi tersebut bersama dua temannya. Menurut cerita anak, salah satu temannya kemudian diminta pergi sehingga dirinya berada berdua dengan AH.

Di lokasi tersebut, AH disebut memberikan uang Rp5.000 kepada siswi. Setelah itu, berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada ibunya, terjadi dugaan tindakan tidak senonoh.

Kartini mengatakan anaknya sempat takut dan ingin menangis. Siswi tersebut kemudian berusaha meninggalkan lokasi setelah berpura-pura menyetujui permintaan AH agar kejadian itu tidak diceritakan kepada orang lain.

Setelah meninggalkan lokasi, siswi tersebut kembali ke kelas. Ia kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sejumlah teman sebelum akhirnya menyampaikannya kepada kakaknya.

Kartini mengatakan dirinya langsung mendatangi anaknya setelah mengetahui cerita tersebut.

“Saya langsung datangi anak saya di kamar. Saya elus-elus kepalanya lalu saya ajak cerita. Dia menangis, sehingga saya tidak mengorek terlalu jauh saat itu,” ujar Kartini.

Menurut Kartini, kondisi anaknya berubah setelah kejadian tersebut. Siswi itu disebut lebih mudah menangis dan tidak ingin kembali ke sekolah karena takut bertemu dengan guru yang dilaporkan.

“Besoknya setelah kejadian, dia sudah tidak mau pergi sekolah. Bahkan saat mau makan, dia langsung menangis lagi,” kata Kartini.

Kartini kemudian berusaha mengajak anaknya melakukan kegiatan lain untuk mengalihkan perhatian. Ia juga membujuk anaknya kembali ke sekolah pada Jumat (11/9/2026).

Namun, siswi tersebut meminta ibunya menemani selama berada di sekolah karena takut bertemu dengan AH.

“Saya bujuk pergi sekolah hari Jumat, tetapi dia minta saya temani di sekolah sampai pulang. Katanya dia takut bertemu dengan pak gurunya,” tutur Kartini.

Kartini juga mengatakan kondisi anaknya terlihat ketika tidur. Ia menyebut anaknya pernah menangis pada waktu subuh setelah mengalami mimpi buruk.

“Subuh-subuh dia menangis karena bermimpi diculik. Terus dia tanya ummi kalau di kantor polisi nanti ada juga kah itu pak guru, sambil menangis lagi,” ujarnya.

Kartini menduga perubahan kondisi tersebut berkaitan dengan peristiwa yang diceritakan anaknya. Karena mempertimbangkan kondisi tersebut, ia memilih membawa persoalan itu ke jalur hukum.

Ia berharap laporan yang telah disampaikan ke Polres Palopo ditindaklanjuti secara serius dan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Kartini juga berharap apabila dugaan tersebut nantinya terbukti, ada langkah terhadap guru yang dilaporkannya.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser