Sore Ini, Pansus DPRD Laporkan Hasil Selisih Data Laporan Rp54,9 M

1 Min Read

Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD Luwu Timur telah mengagendakan akan melaporkan hasil selisih data laporan senilai Rp54,9 milyar sore ini. Selisih tersebut terkait perbedaan data laporan antara LKPJ dan LKPD Luwu Timur tahun 2016 lalu.

Koordinator Forum Pemuda Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif (FP2KEL) Luwu, Ismail Ishak mengatakan, terjadinya selisih data LKPJ dan LKPD ini kali pertama terjadi selama Luwu Timur dibentuk.

Sehingga, kata Ismail, tim Pansus harus betul – betul dan konsisten dalam mengawal terkait adanya temuan perbedaan data tersebut. “Saya yakin Pansus tidak akan mengecewakan rakyat,” ungkapnya.

Sekretaris Pansus, Iwan Usman sebelumnya mengatakan, hasil pembahasan LKPJ dan LKPD tahun 2016 terdapat selisih penyampaian data dimana LKPJ mengakui Silpa senilai Rp210.972.167.753. Sementara LKPD hasil pemeriksaan BPK-RI Sulawesi Selatan senilai Rp156.064.014.355.

Dari kedua data laporan tersebut, kata Iwan, ditemukan adanya perbendaan angka yang cukup Siqnifikan pada Silpa yakni senilai Rp54.908.153.397. Pasus pun menilai perlu melakukan audit ulang terkait perbedaan selisih silpa terhadap LKPJ dan LKPD.

“Terjadi ketidak konsistenan terhadap informasi yang disajikan. Bahkan BPK-RI memberikan teguran keras terhadap Bappeda atas ketidaktelitian penyajian informasi dan data LKPJ yang dibacakan Bupati pada rapat Paripurna tanggal 31 Maret 2017,” ungkapnya.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.