Sosialisasi SIPD, Pemkab Luwu Timur Targetkan Akurasi Data

2 Min Read

Guna memaksimalkan pelaksanaan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) di Kabupaten Luwu Timur, Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Luwu Timur menggelar Sosisalisasi SIPD di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Rabu (29/08/2018).

Safiuddin Sarif dalam laporannya mengungkapkan bahwa, sosialisasi SIPD ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai petunjuk teknis pelaksanaan SIPD dan pengelolaan database dalam mendukung Sistem Informasi Pembangunan Daerah.

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Kabupaten Luwu Timur, Drs. H. Bahri Suli, MM. mengharapkan agar SIPD menjadi alat sinkronisasi dan menjadi instrumen dalam melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.

“Saya menghimbau kepada para peserta sosialisasi agar menjadikan SIPD sebagai salah satu instrumen dalam mewujudkan single entry dan single database pembangunan daerah secara Nasional,” ujar Bahri Suli.

Sesuai dengan UU 23/2014 dan hasil rumusan Rapat Koordinasi SIPD Kabupaten Luwu Timur tanggal 01 Agustus 2018, untuk pengelolaan SIPD (edatabase) kedepan akan dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika sebagai OPD yang berfungsi menyelenggarakan statistik sektoral di daerah.

Pemateri dalam sosialisasi yang digelar selama satu hari ini Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan, Inyo, SP.M.Eng, Kepala BPS Luwu Timur, Abdul Halim, MSi., dan Kepala Bappeda Luwu Timur, Drs. H. Muh. Abrinsyah, MSi.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.