Stigma masih menjadi tantangan besar bagi penyandang disabilitas untuk masuk ke dunia kerja. Kondisi itu membuat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong perusahaan membuka ruang kerja yang lebih inklusif dan ramah bagi seluruh ragam disabilitas.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, mengatakan hambatan terbesar yang dihadapi penyandang disabilitas bukan hanya soal akses pekerjaan, tetapi juga cara pandang lingkungan kerja.
Menurutnya, banyak penyandang disabilitas masih kesulitan memperoleh kesempatan kerja karena perusahaan belum sepenuhnya memahami kebutuhan tenaga kerja disabilitas.
“Kami ingin memastikan perusahaan tidak berjalan sendirian. Kemnaker hadir untuk mendampingi mulai dari pemetaan jabatan yang cocok hingga memastikan fasilitas pendukung tersedia,” ujar Cris.
Kemnaker menegaskan pendampingan tidak berhenti pada proses perekrutan. Pemerintah juga membantu perusahaan menyiapkan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan pekerja disabilitas.
Langkah itu mencakup penyesuaian fasilitas kerja, penyediaan alat bantu, hingga penguatan sistem pendampingan di tempat kerja.
Menurut Cris, kelompok disabilitas masih paling sering menghadapi stigma saat mencari pekerjaan.
“Stigma sering kali menjadi hambatan terbesar. Namun perusahaan-perusahaan ini membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas mampu memberikan kontribusi positif,” tambahnya.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

