Supir Angkutan di Palopo Enggan Turunkan Tarif, Karena…

1 Min Read

Sejumlah supir angkutan umum baik untuk dalam kota, maupun antar kota, enggan menurunkan tarif pasca penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah, sejak Senin (19/1/15) lalu.

Ikra, salah seorang supir angkutan antar kota yang ditemui di Terminal Dangerakko Palopo menuturkan, para supir masih enggan menurunkan tariff angkutan, disebabkan penurunan harga BBM tidak dibarengi dengan penurunan harga onderdil kendaraan maupun kebutuhan pokok lainnya.

“Harga onderdil dan sembako tidak ikut turun, kami akan kesulitan jika saja pemerintah mengambil kebijakan untuk menurunkan tariff angkutan ini,” ujar Ikra.

Dai berharap, agar pemerintah bisa memantau harga kebutuhan pokok maupun onderdil kendraan agar bisa menyesuaikan harga sebelum mengambil kebijakan menurunkan tarif angkutan.

Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Kota Palopo, Andi Kurniawan mengaku masih melakukan komunikasi dengan Pemerintah terkait kebijakan penyesuaian tariff angkutan tersebut.

“Kami berharap kebijakan penyesuaian tariff nantinya bisa memuaskan masyarakat sebagai pengguna jasa angkutan, maupun para supir angkutan,” tegasnya.

 

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.