Pernah Banjiri Sawah Warga, 850 Meter Tanggul di Desa Mario Diperbaiki

Asdhar
4 Min Read
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus memperkuat pengendalian banjir melalui pembangunan dan penguatan tanggul permanen di sejumlah titik rawan di sepanjang aliran Sungai Masamba dan Sungai Baliase (Sumber: setda.luwuutarakab.go.id)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM — Tanggul di Desa Mario, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, yang sebelumnya mengalami kerusakan dan jebol hingga menyebabkan banjir ke wilayah sekitar, kini diperbaiki secara permanen.

Penanganan tanggul tersebut dilakukan pada sejumlah titik dengan total panjang sekitar 850 meter. Pembangunan ditujukan untuk memperkuat perlindungan kawasan dari ancaman luapan Sungai Masamba sekaligus menjaga lahan pertanian warga.

Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim meninjau langsung pekerjaan tersebut bersama jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kamis (10/9/2026).

Tanggul sebelumnya sempat jebol

Di Desa Mario, tanggul yang menjadi lokasi penanganan sebelumnya mengalami kerusakan hingga jebol. Kondisi tersebut menyebabkan air sungai meluap dan membanjiri Desa Pattimang serta sejumlah wilayah lainnya.

Kali ini, penanganan dilakukan secara permanen dengan konstruksi yang lebih kuat dan disesuaikan dengan kondisi aliran sungai.

Bupati Andi Abdullah Rahim mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS, dalam memperkuat infrastruktur pengendali banjir di Luwu Utara.

“Alhamdulillah, hari ini tanggul di Desa Mario sudah dilakukan secara permanen dengan konstruksi yang lebih kuat. Sebelumnya di sini juga pernah dilakukan penanganan yang sifatnya sementara. Dengan penguatan yang dilakukan sekarang, kita optimistis pengendalian banjir di wilayah ini akan semakin baik,” ujar Andi Abdullah Rahim.

Menurutnya, pembangunan tanggul perlu dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, masih terdapat sejumlah titik rawan di sepanjang aliran Sungai Masamba yang membutuhkan penanganan.

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap dukungan Kementerian PU dan BBWS terus berlanjut, termasuk melalui penganggaran pada 2026 maupun 2027, agar pembangunan tanggul di sepanjang aliran sungai tersebut dapat dituntaskan.

“Kita berharap Kementerian PU dan BBWS terus memberikan perhatian dan dukungan anggaran untuk menuntaskan tanggul yang ada di aliran Sungai Masamba ini. Insya Allah, dengan tanggul yang kuat dan penanganan yang tuntas, banjir tidak lagi menghantui masyarakat,” katanya.

Tanggul Pongo sudah 80 persen

Selain Desa Mario, penanganan tanggul juga dilakukan di Desa Pongo, Kecamatan Masamba.

Dari hasil peninjauan lapangan, pembangunan tanggul permanen di lokasi tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.

Proyek tanggul di Desa Pongo mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum sekitar Rp19 miliar.

Andi Abdullah Rahim mengatakan pembangunan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir.

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Balai meninjau langsung pekerjaan tanggul permanen. Dari yang kita lihat, progres pekerjaan sudah cukup baik dan sudah sekitar 80 persen,” ujarnya.

60 hektare sawah kembali digarap

Bagi warga, pembangunan tanggul tidak hanya berkaitan dengan keamanan dari banjir. Infrastruktur tersebut juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan lahan pertanian.

Andi Abdullah Rahim mengatakan sekitar 60 hektare lahan persawahan sebelumnya kerap terdampak banjir. Kondisi itu mengganggu produktivitas pertanian dan sumber penghidupan masyarakat.

Setelah dilakukan penanganan, lahan pertanian tersebut kini kembali dapat dimanfaatkan warga.

“Dulu kurang lebih 60 hektare lahan sawah di sini terdampak banjir. Sekarang masyarakat sudah bisa panen kembali, bahkan hasil panen mencapai kurang lebih 300 karung,” ungkapnya.

Hasil panen tersebut kemudian dipasarkan dengan harga sekitar Rp10.300 per kilogram.

Bupati menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan infrastruktur pengendali banjir memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar mengurangi risiko genangan.

“Kita melakukan pembangunan tanggul ini secara teknis untuk mengendalikan banjir, tetapi secara ekonomis memberikan efek yang sangat besar bagi masyarakat, khususnya di Desa Mario dan wilayah sekitarnya,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara selanjutnya akan mendorong koordinasi dengan pemerintah pusat agar penanganan tanggul di sejumlah titik rawan sepanjang aliran Sungai Masamba dan Sungai Baliase dapat terus dilanjutkan.

Dengan penguatan tanggul, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya lebih terlindungi dari ancaman banjir, tetapi juga dapat kembali mengoptimalkan lahan pertanian dan menjaga aktivitas ekonomi mereka.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser