Wabup Irwan Pimpin Sosialisasi Gudang Penyimpanan Lada

2 Min Read

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM melakukan sosialisasi terkait rencana pembangunan gudang penyimpanan lada dengan Sistem Resi Gudang (SRG). Rencana pembangunan gudang ini sudah mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah pusat kurang lebih lebih senilai Rp. 5 miliar.

Sosialisasi gudang penyimpanan lada itu dipimpin langsung Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Rosmiyati Alwi. Hadir pula Staf Ahli Wakil Presiden, H. Muh. Abduh dan beberapa perwakilan Dinas Pertanian, Kades dan para kelompok tani lada di Luwu Timur yang di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati, Jumat (15/03/2019) kemarin.

Wakil Bupati Luwu Timur mengatakan, sesuai rencana, lokasi gudang penyimpanan lada SRG akan dipusatkan di Desa Pekaloa Kecamatan Towuti. Itu artinya, wilayah ini akan dijadikan kawasan sentra lada. “Bukan berarti di Kecamatan lainnya tidak boleh menanam lada, namun semua pihak harus komitmen untuk menyimpan lada itu digudang SRG Pekaloa,” katanya.

Setelah grand desain lada ini rampung, lanjut Irwan, maka pembangunan gedung penyimpanan lada akan segera dibangun. Dengan adanya gudang SRG lada ini, kualitas lada Luwu Timur akan lebih baik dan petani tentu tidak sulit lagi untuk menjual ladanya.

Sementara Staf Ahli Wapres, H. Abduh mengatakan, Luwu Timur merupakan salah satu daerah pemasok lada terbesar di Sulawesi Selatan dengan kualitas yang cukup baik. Menurutnya, dengan di dukung gudang penyimpanan berbasis SRG tentu akan menghasilkan kualitas lada yang memenuhi standar ekspor.

Hanya saja, kata Abduh, memiliki gudang SRG lada harus didukung manajamen pengelola yang baik dan profesional. “Membangun gedung itu mudah, paling butuh enam bulan sudah bisa rampung, namun yang sulit adalah siapa yang akan mengelola gudang tersebut, menjalankan operasionalnya, ini yang penting,” ungkapnya.

“Kalau memang dibutuhkan, tidak masalah kita menggaji tenaga pengelola gedung yang profesional. Ini penting untuk meningkatkan pengembangan sentra produksi lada Luwu Timur,” jelasnya. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.