HEADLINE TOPIK:
Hadiri Peringatan Maulid Nabi, Husler Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid
Jumat,30 November 2018 | 15:25 WITA | Rls

Rangkaian kunjungan kerja Bupati Luwu Timur dalam Kecamatan Burau dilanjutkan dengan menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H. di Masjid Nurul Ittihad Desa Mabonta, Jum’at (30/11/2018).

Turut hadir mendampingi Bupati, Kadis Sosial dan P3A, Sukarti dan Kabag Humas Alimuddin Bachtiar.

Dalam sambutannya, Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Mabonta karena sudah mengudang dan mengajak untuk ikut menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H.

Selanjutnya, lewat kesempatan itu, Husler mengajak seluruh undangan yang hadir untuk meneladani semua sifat sifat Rasul.

“Lewat momentum peringatan hari lahir Baginda Rasulullah SAW ini, saya berharap agar teladan dan petunjuk yang telah Beliau wariskan kepada para sahabat mampu kita amalkan,” ujar Husler.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan tiap tahun telah menjadi agenda rutin yang wajib dilaksanakan. Hal ini sebagai ungkapan kemuliaan, keagungan, kebesaran dan kecintaan umat Islam terhadap Nabi Muhammad SAW.

Usai membawakan sambutan, Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, diminta meletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Ittihad yang masih berada di kawasan masjid tersebut.

Terkait pembangunan masjid, Husler berharap agar seluruh komponen masyarakat bersama-sama berupaya dengan mengeluarkan sebagian rezekinya, agar pembangunan masjid ini bisa selesai tepat waktu.

“Insya Allah secara pribadi saya turut membantu untuk percepatan pembangunan, saya sumbang 100 Sak Semen,” ujar Husler.

Selanjutnya pada hari yang sama, Bupati dan rombongan juga menyempatkan menghadiri peringatan Maulid Nabi di Masjid Darusallam di Desa Rinjani.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.