HEADLINE TOPIK:
Pangdam XVI Pattimura Terima Gelar Adat Dari Kedatuan Luwu
Senin,12 Agustus 2019 | 13:34 WITA | Kominfo

Pangdam XVI Pattimura, Mayor Jendral TNI Dr. Marga Taufiq, SH. MH. mendapat gelar adat dari Kedatuan Luwu. Gelar adat “Pekkeng To Rirennuang Ri Luwu” yang artinya Prajurit Harapan Orang Luwu disematkan kepada Pangdam XVI Pattimura di istana Kedatuan Luwu, Kota Palopo, Senin (12/08/2019).

Pemberian gelar adat dari Kedatuan Luwu ini juga disaksikan beberapa Kepala Daerah se-Tana Luwu. Tampak pula Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga, H. Hamris Darwis, yang turut hadir mewakili Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler yang sedang mengikuti agenda sidang Paripurna DPRD di Malili.

Pemberian gelar adat dari Kedatuan Luwu bukan hal yang baru. Namun gelar adat ini juga tidak serta merta diberikan, tapi telah melalui hasil penilaian dan pengamatan Datu Luwu bersama para pemangku adatnya terhadap salah seorang anak negeri yang layak dan patut untuk diberi gelar.

Gelar adat “Pekkeng To Rirennuang Ri Luwu atau Prajurit Harapan Orang Luwu” disematkan kepada Mayor Jenderal TNI Dr. Marga Taufiq, SH. MH. bukan sekedar pemberian gelar belaka, melainkan telah sejak lama diamati oleh pihak Kedatuan Luwu bersama para pemangku adatnya, kemudian diputuskan melalui sidang adat 12 Kedatuan Luwu.

“Selamat atas pemberian gelar adat “Pekkeng To Rirennuang Ri Luwu atau Prajurit Harapan Orang Luwu” kepada Pangdam XVI Pattimura, Mayjen TNI Marga Taufiq. Selamat karena telah menjadi bagian dari Kedatuan Luwu,” kata Kadis Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga, Hamris Darwis.

Hamris juga berjanji akan mendukung penuh kegiatan Festival Keraton Nusantara di Tana Luwu. Apalagi FKN Tahun ini memang menempatkan Kedatuan Luwu sebagai tuan rumah penyelenggara yang akan berlangsung September mendatang.

Sementara Pangdam XVI Pattimura, Mayor Jenderal TNI, Dr. Marga Taufiq, SH. MH. menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas penghargaan yang telah di berikan Kedatuan Luwu kepada dirinya. (hms/ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.