Quantcast
HEADLINE TOPIK:
BPS Luwu Utara: Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Kemiskinan Menurun
Jumat,15 November 2019 | 22:43 WITA |
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Utara, Simon Umar (Foto: Humas Pemkab Luwu Utara)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Utara, Simon Umar menyebutkan angka pertumbuhan ekonomi Luwu Utara pada 2018 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding 2017.

Simon merincikan, pertumbuhan ekonomi Luwu Utara pada 2017 ada di angka 7,6 persen, sementara di 2018 meningkat menjadi 8,4 persen. Nilai ini disebut tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan, bahkan sudah di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara untuk angka kemiskinan, Simon menyebutkan juga mengalami penurunan. Penduduk miskin di Kabupaten Luwu Utara pada 2017 ada di angka 14,33 persen turun menjadi 13,69 persen di 2018.

“Saya kira Pemerintah Kabupaten Luwu Utara sudah bekerja dengan sangat baik dan maksimal dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan menaikkan angka pertumbuhan ekonomi. Dan itu terbukti berhasil,” kata Simonsaat ditemui di Ruang Kerjanya, Kamis (14/11/2019).

Menurutnya, menurunkan angka kemiskinan itu tak mudah, tapi atas kerja keras pemerintah dan stakeholder lainnya, penurunan itu bisa direalisasikan. “Melihat persentase kemiskinan kita saat ini trend-nya semakin menurun, meski angkanya terlihat masih besar. Itu karena penduduk kita banyak, 310.470 jiwa, jadi persentasenya juga besar,” ujarnya.

Dia memprediksi, kecenderungan penurunan masih menunjukkan trend positif. “Tahun ini, juga sudah turun, meski masih angka sementara. Paling lambat Maret 2020 baru bisa kita ketahui angkanya,” jelas Simon.

Dijelaskan, trend penurunan kemiskinan bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya pembangunan akses jalan, utamanya di wilayah-wilayah terpencil. Bisa juga karena banyaknya investasi yang tertanam di Luwu Utara.

“Saya kira setiap daerah punya cara dalam pengentasan kemiskinan melalui program-program pembangunannya,” kata Simon.

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...