Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Hari Ini Total Selesai Isolasi Mencapai 615 Dan 15 Kasus Konfirmasi Baru
Jumat,24 Juli 2020 | 21:11 WITA |

LUTIM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Timur kembali merilis update perkembangan sebaran virus corona, Jumat (24/07/2020).

Berdasarkan data pada laman web http://covid19.luwutimurkab.go.id pada pukul 17:00 Wita, jumlah pasien selesai isolasi tidak mengalami penambahan dan tetap di angka 615 sedangkan jumlah kasus konfirmasi bertambah menjadi 756.

Hal tersebut juga diaminkan oleh Juru Bicara Tim GTPP Lutim Masdin. Ia mengatakan, data hari ini memang tidak ada pasien selesai isolasi. Namun sebaliknya, kasus konfirmasi bertambah sebanyak 15.

“15 kasus konfirmasi tersebut tersebar di Kecamatan Nuha 10 kasus, Kecamatan Wasuponda 1, Kecamatan Towuti 3 kasus, dan Kecamatan Malili 1 kasus,” rincinya.

Dengan penambahan 15 kasus tersebut, kini total data akumulatif kasus konfirmasi covid-19 mencapai 756, dengan jumlah selesai isolasi 615, artinya asimtomatik sisa 138.

Masdin juga menginformasikan bahwa mulai hari ini pengkategorian covid-19 diubah berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dimana Positif diubah menjadi Konfirmasi, PDP menjadi Probable, ODP menjadi Suspek, dan OTG menjadi Kontak Erat.

“Selanjutnya, Dalam Perawatan menjadi Asimtomatik, Sembuh menjadi Selesai Isolasi, Dalam Pemantauan menjadi Probable, dan Selesai Pengawasan menjadi Discarded. Selain itu, simtomatik merupakan kasus konfirmasi yeng memiliki gejala,” tandas Mantan Camat Nuha tersebut.

Berikut update lengkap perkembangan virus corona di Kab. Luwu Timur per tanggal 24 Juli 2020 :

1. Konfirmasi 756 (simtomatik 1, asimtomatik 138, selesai isolasi 615, meninggal 2),

2. Probable 4 (probable 0, meninggal 4),

3. Suspek 493 (proses isolasi 7, discarded 484, meninggal 1),

4. Kontak Erat 1.820 (proses karantina 63, discarded 1.757). (rhj)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...