560 Tabung Ludes dalam Sehari, Operasi Pasar Belum Jawab Kelangkaan LPG

Asdhar
5 Min Read
Sejak pagi hari, ratusan warga telah memadati Kantor Camat Walenrang untuk mendapatkan LPG bersubsidi dengan harga yang lebih terjangkau (Sumber: mediacenter.luwukab.go.id)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Sebanyak 560 tabung LPG 3 kilogram yang disiapkan dalam operasi pasar di Kecamatan Walenrang habis tersalurkan dalam sehari, Jumat (12/6/2026).

Habisnya seluruh kuota dalam waktu singkat menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap gas bersubsidi sekaligus menegaskan bahwa operasi pasar belum sepenuhnya menjawab persoalan kelangkaan LPG yang masih terjadi di lapangan.

Sejak pagi, ratusan warga memadati Kantor Camat Walenrang untuk mendapatkan LPG 3 kilogram yang dijual melalui program pasar murah Pemerintah Kabupaten Luwu.

Setiap warga diwajibkan membawa KTP atau fotokopi Kartu Keluarga dan hanya diperbolehkan membeli satu tabung.

Program tersebut merupakan langkah Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Perdagangan untuk membantu masyarakat memperoleh LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di tengah kelangkaan pasokan dan melonjaknya harga di tingkat pengecer.

Meski membantu masyarakat mendapatkan LPG dengan harga lebih terjangkau, habisnya seluruh stok dalam waktu singkat memperlihatkan bahwa kebutuhan warga jauh lebih besar dibanding jumlah tabung yang tersedia.

Solusi Jangka Pendek untuk Kebutuhan Setiap Hari

Camat Walenrang, Ikram, mengatakan pasar murah menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram.

“Pasar murah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. LPG 3 kilogram masih menjadi kebutuhan utama rumah tangga sehingga ketersediaannya harus terus dijaga,” kata Ikram.

Namun berbeda dengan kebutuhan musiman, LPG merupakan kebutuhan harian yang digunakan masyarakat untuk memasak dan menjalankan berbagai aktivitas usaha kecil.

Karena itu, operasi pasar dinilai lebih tepat sebagai langkah darurat jangka pendek untuk membantu masyarakat memperoleh LPG saat pasokan terganggu.

Marni (45), seorang ibu rumah tangga di Walenrang, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.

Meski demikian, ia berharap pasokan LPG dapat kembali normal sehingga masyarakat tidak perlu menunggu operasi pasar untuk mendapatkan gas bersubsidi.

“Alhamdulillah bisa dapat LPG dengan harga yang sesuai. Tapi kami berharap gas kembali mudah didapat seperti biasa karena kebutuhan memasak ada setiap hari,” ujarnya.

Keluhan serupa juga banyak disampaikan warga yang mengaku kesulitan memperoleh LPG dalam beberapa pekan terakhir.

Di sejumlah tempat, harga LPG bahkan dilaporkan jauh lebih tinggi dibanding harga yang seharusnya.

Kondisi tersebut membuat operasi pasar langsung diserbu warga karena menjadi salah satu kesempatan mendapatkan LPG dengan harga yang lebih terjangkau.

Distribusi dan Pengawasan Jadi Kunci

Kelangkaan LPG 3 kilogram tidak hanya berkaitan dengan jumlah pasokan yang masuk ke daerah. Persoalan tersebut juga menyangkut distribusi dan pengawasan hingga ke tingkat paling bawah.

Dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat di berbagai wilayah di Luwu Raya mengeluhkan sulitnya memperoleh LPG bersubsidi meski pasokan tetap masuk ke daerah.

Di tengah kondisi tersebut, berkembang dugaan adanya distribusi yang tidak tepat sasaran, termasuk indikasi penyaluran LPG ke luar wilayah yang seharusnya menjadi area distribusi.

Karena itu, penyelesaian persoalan LPG tidak cukup hanya melalui operasi pasar.

Pengawasan perlu diperkuat secara berjenjang, mulai dari Pertamina, pemerintah daerah, agen, pangkalan, pemerintah desa, hingga lingkungan RT dan RW.

Selain itu, aparat penegak hukum juga perlu memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi kelangkaan untuk mencari keuntungan dengan cara yang merugikan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Luwu sendiri masih melanjutkan operasi pasar LPG 3 kilogram di sejumlah kecamatan lainnya.

Pada Sabtu (13/6/2026), program tersebut dijadwalkan berlangsung di Walenrang Barat, Walenrang Utara, Walenrang Timur, Lamasi, dan Lamasi Timur dengan alokasi masing-masing 560 tabung.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menekan gejolak harga dalam jangka pendek. Namun dalam jangka panjang, masyarakat menunggu solusi yang lebih mendasar berupa pasokan yang stabil, distribusi yang tepat sasaran, serta pengawasan yang ketat terhadap peredaran LPG bersubsidi.

Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan penanganan kelangkaan LPG bukan hanya terletak pada banyaknya tabung yang terjual dalam operasi pasar, melainkan pada seberapa mudah masyarakat memperoleh LPG saat membutuhkannya tanpa harus mengantre panjang atau membeli dengan harga yang jauh lebih mahal.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser