PT Vale Indonesia berhasil mengamankan fasilitas pembiayaan hijau senilai USD750 juta yang didukung sindikasi 14 bank internasional.
Fasilitas Sustainability-Linked Loan (SLL) itu menjadi pembiayaan sindikasi perdana bagi PT Vale, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan bisnis berbasis keberlanjutan.
Minat lembaga keuangan global terhadap transaksi ini sangat tinggi. Pendanaan tersebut bahkan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 1,7 kali, menandakan kepercayaan kuat terhadap kinerja dan prospek PT Vale.
Dana jumbo tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengembangan sejumlah proyek strategis perusahaan di Indonesia. Pada 2026, sekitar 50 persen dana dialokasikan untuk proyek IGP Pomalaa, 30 persen untuk IGP Morowali, dan 20 persen untuk pengembangan IGP Sorowako Limonite.
Selain memperkuat ekspansi bisnis, skema pembiayaan ini juga menautkan pencapaian target keberlanjutan perusahaan. Indikator utamanya meliputi penurunan intensitas emisi karbon serta peningkatan penggunaan energi terbarukan dalam operasional.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, mengatakan pembiayaan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam keputusan bisnis.
“Fasilitas ini menandai langkah penting dalam perjalanan kami untuk menyelaraskan strategi pembiayaan dengan agenda dekarbonisasi dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan,” ujar Bernardus.
PT Vale dinilai berada di posisi strategis dalam rantai pasok global karena menjadi produsen nikel yang dibutuhkan industri baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi.
Dengan dukungan 14 bank internasional, PT Vale semakin mempertegas langkahnya sebagai perusahaan tambang modern yang mampu memadukan pertumbuhan usaha dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.



