PT Vale Indonesia memastikan kenaikan harga sulfur global belum memberi dampak material terhadap jadwal maupun komitmen investasi proyek hilirisasi yang sedang berjalan, termasuk proyek berbasis teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL).
Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum, mengatakan perusahaan terus memantau perkembangan harga komoditas global, termasuk sulfur yang menjadi salah satu bahan penting dalam proses pengolahan nikel.
“PT Vale Indonesia terus memantau secara aktif perkembangan harga komoditas global, termasuk sulfur, yang merupakan salah satu input dalam proses pengolahan nikel, khususnya pada teknologi HPAL,” ujar Vanda.
Menurutnya, dinamika harga sulfur merupakan bagian dari siklus pasar global yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari harga energi, kondisi geopolitik, hingga permintaan industri dunia.
Karena itu, PT Vale bersama mitra strategis telah memasukkan berbagai skenario harga dan langkah mitigasi risiko dalam perhitungan keekonomian proyek.
Perusahaan juga menjalankan strategi jangka panjang melalui pengadaan yang terencana, efisiensi operasional, serta optimalisasi desain proses agar daya saing usaha tetap terjaga.
“Saat ini, kami belum melihat dampak material terhadap timeline maupun komitmen investasi proyek hilirisasi yang sedang berjalan,” kata Vanda.
Proyek HPAL PT Vale Indonesia merupakan fasilitas pengolahan bijih nikel laterit kadar rendah menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), yang menjadi bahan baku penting untuk industri baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Pengembangan proyek tersebut menjadi bagian dari program Indonesia Growth Projects (IGP) Pomalaa, salah satu proyek strategis PT Vale dalam memperkuat hilirisasi mineral di Indonesia. Fasilitas ini diproyeksikan rampung dan mulai beroperasi pada tahun 2026.
Jika beroperasi sesuai target, proyek HPAL Pomalaa akan memperkuat posisi PT Vale sebagai pemain utama industri nikel berkelanjutan sekaligus mendukung rantai pasok global kendaraan listrik.
Vanda menegaskan seluruh proyek strategis perusahaan, termasuk HPAL, tetap berjalan sesuai rencana sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda hilirisasi nasional.
Ke depan, PT Vale menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar secara prudent sambil memastikan setiap keputusan bisnis tetap berlandaskan keberlanjutan, ketahanan operasional, dan penciptaan nilai jangka panjang.



