Save the Children (STC) bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Luwu Timur serta sejumlah mitra strategis meluncurkan program Healthier Smile Phase 8 di Malili, Rabu (29/04/2026).
Peluncuran program ditandai melalui kegiatan kick off yang dirangkaikan dengan rapat pembentukan Working Group di Aula Bapperida Luwu Timur.
Selain pemerintah daerah dan STC, program ini juga melibatkan Celosia Marennu Indonesia serta Mars Snacking Foundation sebagai mitra pendukung.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah melalui promosi hidup sehat, penguatan kebersihan lingkungan sekolah, serta peningkatan kesehatan gigi dan mulut.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika, mengatakan pemerintah daerah menyambut baik keberlanjutan program tersebut.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang sehat dan berkualitas.
“Program Healthier Smile ini merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan generasi muda. Karena itu, kerja sama pemerintah, sektor swasta, dan lembaga non-pemerintah sangat dibutuhkan,” ujar Aini.
Ia berharap program tersebut mampu menciptakan perubahan perilaku sehat secara berkelanjutan di kalangan pelajar.
Program Manager Save the Children, Robert Nufninu, menjelaskan Healthier Smile Phase 8 tidak hanya berfokus pada kesehatan gigi, tetapi juga memperkuat peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
“Melalui penguatan UKS, promosi kesehatan bisa berjalan lebih konsisten sehingga siswa terbiasa menerapkan pola hidup sehat,” jelas Robert.
Sementara itu, District Coordinator STC, Rina Zulwiyati, menyebut jumlah sekolah dampingan terus bertambah.
Jika pada fase sebelumnya program menjangkau 21 sekolah, kini meningkat menjadi 25 sekolah yang terdiri dari dua SLB, dua madrasah, dan 21 sekolah dasar negeri.
Healthier Smile merupakan inisiatif Save the Children Indonesia yang telah berjalan sejak tahun 2022 lalu. Program ini fokus meningkatkan kesehatan gigi dan mulut anak-anak, khususnya di Luwu Timur.
Program ini mencakup edukasi cara menyikat gigi yang benar, pemeriksaan gigi berkala, serta promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah maupun di rumah.



