PT Vale Indonesia (PT Vale) terus memperbesar investasi sosialnya di wilayah operasional sepanjang 2025. Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan mengalokasikan dana sebesar USD4,73 juta atau meningkat 18,35 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dana tersebut digunakan untuk memperkuat berbagai program pendidikan, pengembangan ekonomi masyarakat, lingkungan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur dasar di wilayah operasional perusahaan.
Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, sebagian besar anggaran dialokasikan untuk wilayah Sorowako sebesar USD 3,98 juta.
Sementara Indonesia Growth Project (IGP) Morowali menerima sekitar USD751 ribu dan Pomalaa memperoleh dukungan sekitar USD138 ribu.
Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan perusahaan ingin memastikan kehadiran industri memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
“Bagi kami, tanggung jawab tidak hanya diukur dari kinerja operasional. Tanggung jawab tercermin dari bagaimana kami memperkuat operasi, mendukung kehidupan masyarakat, menjaga lingkungan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia,” tulis Bernardus dalam laporan perusahaan.
Di sektor pendidikan, PT Vale menjalankan program transportasi sekolah bagi lima desa di Sorowako, pemberian beasiswa magister dan doktor, serta pelatihan vokasi untuk masyarakat.
Perusahaan juga melibatkan 347 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan membantu fasilitas pendidikan melalui bantuan laptop serta kendaraan praktik untuk SMKN 1 Luwu Timur.
Pada bidang ekonomi masyarakat, PT Vale memperkuat program pertanian dan pengembangan UMKM berbasis komunitas.
Di Pomalaa, perusahaan mengembangkan 4.600 bibit kakao melalui Rumah Pembibitan Kakao dan mendampingi petani di lahan budidaya sekitar 17 hektare.
Sementara di Morowali, perusahaan membina 100 petani padi organik di lahan sekitar 12 hektare serta mendampingi 37 petani sayuran organik di lahan sekitar lima hektare.
Program tersebut turut didukung pembangunan saluran irigasi dan pengembangan kompos berbasis masyarakat.
Dalam aspek lingkungan, PT Vale mendukung pengembangan 18 unit bank sampah dan 11 bank sampah sekolah di Sorowako. Perusahaan juga memfasilitasi Program Kampung Iklim (ProKlim) di 10 desa dan mengelola lebih dari 118 ton sampah melalui fasilitas TPS3R berbasis masyarakat di Bahodopi.
Selain itu, lebih dari 8.000 kilogram kompos berhasil diproduksi melalui program pengelolaan sampah bersama masyarakat.
PT Vale juga mendukung pembangunan fasilitas publik seperti lampu jalan tenaga surya di Desa Bahomotefe, pembangunan pagar desa di Kolono, hingga pengembangan booth UMKM wisata desa di Unsongi.
Perusahaan turut membantu subsidi listrik bagi ratusan kepala keluarga di Sorowako dan memperluas akses distribusi air bersih di Towuti.
PT Vale menyebut seluruh program tersebut dirancang untuk memperkuat hubungan jangka panjang dengan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif di sekitar wilayah operasi perusahaan.



