Akibat Konvoi Pasca Pengumuman UN, Dua Siswi Tewas Kecelakaan

2 Min Read

Dua Pelajar dari SMA Negeri 1 Bua tewas saat konvoi merayakan kelulusan, di Desa Karang-Karangan, dan Desa Lare-Lare, Kecamatan Bua, sekitar pukul 17.30 wita sore tadi.

Informasi yang dihimpun luwuraya.com, kecelakaan ini terjadi di dua tempat berbeda ini mengakibatkan Yunita Yusuf dan Irnawati tewas. Warga sebenarnya sempat melarikan Yunita ke RS At Medika untuk mendapatkan perawatan, namun nyawanya tidak tertolong lagi, sesaat setelah tiba di RS At Medika.

Pihak Rumah Sakit At Medika Palopo saat dikonfirmasi mengatakan bahwa keduanya tak dapat ditolong lagi. Kondisi Irna sudah tidak bernyawa ketika tiba di RS Atmedia, sementara Yunita menghembuskan nafas terakhirnya selang beberapa menit saat tiba di rumah sakit.

Selain kedua korban tewas, satu orang siswa juga dilaporkan dalam kondisi kritis, yakni Arfin. Hingga berita  ini diturunkan, korban belum sadarkan diri. Orang tua korban Rusli, saat ditemui mengatakan bahwa tidak mengetahui dimana tempat anaknya kecelakaan.

“Saya tidak tahu dimana dia kecelakaan, saya hanya ditelpon oleh orang untuk melihat anak saya di sini,”ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Luwu, AKBP Alan G Abast yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait insiden kecelakaan siswa pasca pengumuman UN ini.

Informasi yang diperoleh dari warga di Desa Karang-Karangan menyebutkan pasca pengumuman di SMA Negeri 1 Bua, sekitar ratusan siswa melakukan aksi ugal-ugalan di jalan raya.

“Tadi saya sempat lihat banyak siswa yang terjatuh, tetapi tidak diketahui berapa orang korban, belakang pi baru saya dengar kalau ada yang meninggal,” ujar Syaiful, salah seorang warga di Desa Karang-Karangan.

Amran Amir

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.