Kapolres Palopo Akui Adanya Pemukulan Polisi Terhadap Siswa SMA

2 Min Read

Kapolres Palopo, AKBP Muhammad Guntur akhirnya angkat bicara terkait insiden pemukulan terhadap salah seorang siswa, Saldi, oleh oknum polisi di daerah itu, Rabu (17/7/13) lalu.

Kepada Luwuraya.com, Guntur menjelaskan jika dirinya memang baru mendapat laporan terkait hal itu. “Kami sudah mengecek, dan memang benar ada perilaku yang tidak sesuai aturan yang dilakukan oleh salah seorang oknum polisi,” ujar Guntur.

Namun, dia mengatakan, kejadian itu kemungkinan disebabkan karena kondisi petugas yang capek dan harus melek semalaman untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, apalagi dengan banyaknya laporan masyarakat yang resah dengan aktifitas balapan liar yang terjadi.

“Apalagi, saat petugas yang berjaga melintas, rombongan motor tersebut dengan sengaja berteriak dan mengejek anggota kami yang sedang bertugas, hal itulah yang mungkin sebagai penyebab sehingga anggota kami bertindak diluar aturan karena emosi,” ujarnya.

Meski begitu, dirinya mengaku tidak dapat membenarkan tindakan anak buahnya yang main pukul, apalagi hingga menyebabkan korban menjalani perawatan serius di rumah sakit.

“Untuk itu, kami akan meminta maaf kepada keluarga korban, dan anggota kami yang melakukan tindakan tersebut akan kami proses,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Muhammad Saldi, siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Palopo ini terpaksa harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading Palopo setelah dipukuli anggota Polisi.

Informasi yang dihimpun luwuraya.com dari berbagai sumber menyebutkan, peristiwa pemukulan itu terjadi ketika Saldi bersama beberapa orang temannya ikut menyaksikan aksi balapan liar di Jl Imam Bonjol, Kota Palopo sekitar pukul 11.00 Wita, Rabu (17/07/13). Tak lama berselang, tiba-tiba datang sejumlah anggota Polisi untuk membubarkan balapan liar tersebut.

Saat pembubaran tersebut, Saldi kemudian tertangkap oleh salah seorang petugas polisi dan langsung menghajarnya hingga babak belur. Apalagi Saldi mengalami luka cukup serius di bagian mata sehingga harus menjalani operasi.

Haswadi

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.