Gegara Proyek Cetak Sawah, Warga Mahalona Ini Mengaku Merugi

Asdhar
1 Min Read
Tanaman lada (Ist)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Warga SP1 Mahalona, kecamatan Towuti, Muh Samad mengaku merugi pasca tanaman jenis mericanya itu telah digusur untuk dibuatkan lahan percetakan sawah baru tahun 2016.

Menurutnya, jumlah pohon merica yang ditanam dilahan itu sebanyak 1.000 pohon. Dari jumlah itu, 377 pohon merica telah digusur oleh pihak terkait dengan menggunakan alat berat.

“Mereka tidak pernah koordinasi soal ini dan langsung menggusur tanaman kami,” ungkap Samad yang ditemui dikantor Dinas Nakertansos Luwu Timur, Selasa (31/5/16)

Dirinya berharap, Pemerintah dapat memberikan solusi soal ratusan tanaman itu. “Kami mau tanaman kami diganti rugi pak,” ungkap Samad.

Sementara itu, Kepala Dinas Nakertransos Luwu Timur, Mas’ud Masse yang menemui warga itu tidak dapat berbuat banyak. Dirinya hanya menyarankan agar berkoordinasi langsung dengan dinas Pertanian.

“Saya sarankan agar persoalan ini dikomunikasikan dengan pertanian karena ini soal percetakan sawah, saya juga akan bantu komunikasikan, bagaimanapun juga warga transmigrasi bagian dari kami,” ungkapnya.

Kadis Pertanian, Perkebunan, Peternakan (PPP) Luwu Timur, Muharif yang dikonfirmasi via telepon tidak berhasil. Handphonenya aktif namun tidak dijawab.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser