AI Mulai Masuk Kelas, Guru di Luwu Timur Dituntut Adaptif Hadapi Perubahan

Asdhar
2 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan mulai menjadi tantangan, yang mendorong guru untuk tidak lagi hanya mengajar secara konvensional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi yang berkembang cepat.

Isu ini mengemuka dalam kegiatan yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Sorowako, Rabu (6/5/2026), yang membahas transformasi pembelajaran berbasis AI di tengah perubahan zaman.

Masuknya AI ke ruang kelas membuka peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, teknologi ini dapat membantu proses belajar menjadi lebih interaktif dan personal. Namun di sisi lain, tidak semua guru siap menghadapi perubahan tersebut.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa adaptasi menjadi kunci utama agar dunia pendidikan tidak tertinggal.

“Guru harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, namun tetap menjaga nilai karakter dan kearifan lokal dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Guru Tak Cukup Hanya Mengajar

Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, mengingatkan bahwa peran guru kini semakin kompleks. Tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran.

Menurutnya, guru yang tidak beradaptasi berisiko tertinggal di tengah sistem pendidikan yang terus berubah.

Meski wacana pemanfaatan AI semakin kuat, implementasinya di daerah masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga kesiapan sumber daya manusia.

Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi langkah krusial agar transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya berhenti pada konsep.

Di tengah arus digitalisasi, pendidikan tetap dituntut untuk menjaga keseimbangan antara kecanggihan teknologi dan pembentukan karakter siswa.

Kegiatan yang melibatkan guru-guru dari berbagai wilayah di Luwu Timur ini menjadi salah satu momentum untuk mempercepat adaptasi pendidikan terhadap perkembangan teknologi.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan tenaga pendidik akan menjadi kunci dalam menghadapi era baru pendidikan berbasis AI.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser