Andi Fauziah Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika

2 Min Read

Anggota MPR – RI, Andi Fauziah Pujiwatie Hatta menggelar sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika yang berlangsung di Aula Fakultas Hukum Universitas Andi Djemma di Kota Palopo, (20/4/16).

Sosialisasi ini, kata Fauziah bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dan ketetapan MPR.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan ini, sejumlah peserta sosialisasi juga melempar sejumlah pertanyaan. Wandy misalnya, dirinya mempertanyakan apakah negara saat ini telah melaksanakan amanat UUD yang berhubungan dengan persoalan Kesehatan Warganya.

Selain itu, mahasiswa fakultas hukum ini juga meminta kepada Pemerintah Pusat agar Komisi Penyiaran Indonesia lebih ketat dalam menyaring program yang akan disiarkan oleh televisi nasional.

“Kita berharap program – program yang akan disiarkan di televisi betul – betul disajikan dengan baik. Saat ini kita lihat bersama banyak siaran yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku di negara kita,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ichi sapaan akrab Andi Fauziah mengatakan, pancasila merupakan dasar negara dan sumber dari segala sumber hukum, maka dari itu pemerintah berkewajiban melaksanakan amanat tersebut. UUD NRI Tahun 1945 mengamanatkan 5 persen APBN dialokasikan untuk bidang kesehatan dan 20 persen untuk bidang pendidikan.

Namun sampai saat ini Negara dalam hal ini Pemerintah belum mampu melaksankan hal tersebut karena terbentur oleh keterbatasan anggaran. Pemerintah juga berkewajiban mencerdaskan kehidupan warga negaranya sesuai dengan amanat UUD NRI Tahun 1945.

“Saat ini Indonesia sudah masuk dalam Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) dimana kita ketahui bersama bahwa masyarakat Indonesia belum siap dalam menghadapi hal tersebut sehingga akan menjadi penonton dinegaranya sendiri,” ungkapnya.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.