Badar : Jangan Mendahului Tuhan

2 Min Read

Calon Bupati Luwu Timur, Badaruddin A Piccunang menghimbau kepada seluruh tim pemenangan pasangan Badaruddin A Piccunang dan Andi Baso Makmur agar tidak mendahului kehendak Tuhan.

Seluruh manusia yang ada, kata Badar, telah dituntut untuk berusaha semaksimal mungkin, sehingga usaha yang telah dilakukan itu, akan dipertanggung jawabkan kepada Tuhan karena segala sesuatu hanya Tuhan lah yang menginginkan.

“Saya mengingatkan kepada tim BARU (Badaruddin dan Andi Baso Makmur) agar tidak mendahului Tuhan, kita berusaha, Tuhan lah yang menginginkan,” ungkap Badaruddin.

Menurutnya, masyarakat di Luwu Timur pastinya menilai bagaimana mungkin Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sudah selesai sementara agendanya baru akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember mendatang. “Politik itu, hari ini kawan besok bisa jadi lawan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Koordinator wilayah tim pemenangan Madani, Suparjo, mengaku jika Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Luwu Timur yang akan dihelat 9 Desember mendatang telah dianggap telah selesai.

Pasalnya, komposisi tim dari kader Partai Pengusung dan pendukung Thorig Husler dan Irwan Bachri syam tidak dapat dibendung.

“Kalau melihat komposisi tim yang hadir dalam pengukuhan ini siapa yang bisa tangkis, ada Siddiq, ada Aris Situmorang, ada Amran Syam ketua DPRD Luwu Timur kita, ada Badawi Alwi, ada Pak Tugiat, dan Najamuddin,” ungkap Suparjo, dikediaman Thorig Husler.

Mantan anggota legislator Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) itu menuturkan, kalau di Kecamatan Malili dan Angkona, Muhammad Siddiq mengganggap selesai sudah dipastikan akan selesai begitu juga dengan kader partai pengusung dan pendukung lainnya.

“Kalau di Malili dan Angkona Pak Siddiq bilang selesai, ya selesai, kalau H Hendra di Nuha, Towuti, dan Wasuponda bilang selesai, ya selesai, kalau di Wotu Pak Badawi bilang selesai, ya selesai dan kalau di Mangkutana dan sekitarnya, saya tinggal jalan-jalan, dan selesai,” ungkapnya.

Menurutnya, figur Husler dan Irwan bukanlah pribadi yang baru dikenal. Beberapa tahun silam, kata Suparjo, dirinya telah bertemu dengan kedua sosok tersebut dan memiliki kenangan tersendiri.

“Banyak yang tidak tahu kalau saya juga ikut terlibat menggolkan Husler dan Iwan menggunakan Partai Nasdem, padahal banyak kemarin yang berharap bisa pakai Nasdem,” ungkapnya dihadapan seluruh tim Madani.

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.