Challenge Hafal Al-Qur’an Berhadiah Miras Viral, Bupati: Jangan Sampai Terjadi di Luwu Timur

Asdhar
6 Min Read
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM – Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam meminta masyarakat dan penyelenggara kegiatan di daerah tidak meniru aksi challenge menghafal Al-Qur’an dengan hadiah minuman keras yang belakangan viral di media sosial.

Menurut Irwan, penggunaan ayat suci Al-Qur’an dalam kegiatan yang kemudian dikaitkan dengan pemberian minuman beralkohol tidak pantas dilakukan. Ia meminta nilai-nilai agama tetap dihormati, terutama ketika sebuah kegiatan berlangsung di ruang publik dan berpotensi ditonton masyarakat luas.

“Kejadian seperti itu sangat tidak pantas. Al-Qur’an adalah kitab suci yang harus kita hormati dan tidak seharusnya dijadikan bahan untuk kegiatan hiburan atau promosi yang kemudian dikaitkan dengan minuman keras,” ujar Irwan.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian di Luwu Timur karena daerah ini memiliki masyarakat dengan latar belakang agama, budaya dan sosial yang beragam. Menurut Bupati, keberagaman tersebut merupakan modal sosial yang perlu dijaga bersama.

Ia berharap kejadian serupa tidak muncul di Luwu Timur dan justru menjadi pelajaran bagi masyarakat maupun penyelenggara kegiatan dalam menggunakan simbol serta identitas keagamaan di ruang publik.

“Saya berharap kejadian seperti ini jangan sampai terjadi di Luwu Timur. Kita sudah memiliki kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis. Ini harus kita jaga bersama, jangan sampai ada kegiatan yang justru menimbulkan keresahan atau menyinggung nilai keagamaan masyarakat,” katanya.

IKUB Luwu Timur Capai Predikat Sangat Rukun

Pesan tersebut memiliki konteks tersendiri bagi Luwu Timur. Hasil survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 menempatkan masyarakat Luwu Timur dalam predikat “sangat rukun” dengan nilai 80,84 persen.

Indeks tersebut mengukur tiga dimensi utama, yakni toleransi, kesetaraan dan kerja sama. Dalam data yang disampaikan, dimensi toleransi memperoleh nilai 3,21 atau 80,21 persen, kesetaraan 3,29 atau 82,36 persen, sedangkan kerja sama mencapai 3,20 atau 79,96 persen.

Bagi pemerintah daerah, capaian tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang majemuk. Namun, predikat sangat rukun bukan berarti upaya menjaga kerukunan dapat berhenti.

Kerukunan juga diuji melalui cara masyarakat berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menggunakan ruang publik dan media sosial yang dapat mempertemukan berbagai latar belakang keyakinan.

Karena itu, Irwan mengingatkan bahwa menjaga kerukunan tidak sebatas menghindari konflik terbuka. Menghormati keyakinan orang lain dan memahami batas kepantasan dalam membuat sebuah kegiatan juga menjadi bagian dari menjaga kehidupan bersama.

“Kerukunan itu bukan hanya ketika tidak ada konflik. Kerukunan juga berarti kita mampu menghormati keyakinan orang lain, menjaga batas-batas yang pantas dan menciptakan ruang bersama yang nyaman bagi semua masyarakat,” ujar Irwan.

Menurutnya, masyarakat Luwu Timur perlu mempertahankan capaian kerukunan tersebut melalui sikap saling menghormati. Pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dunia usaha maupun penyelenggara kegiatan memiliki peran dalam menciptakan ruang publik yang tetap nyaman bagi seluruh kelompok masyarakat.

Agama Jangan Dijadikan Gimmick

Kasus challenge yang viral tersebut, menurut Irwan, dapat menjadi pelajaran bagi penyelenggara kegiatan agar lebih berhati-hati ketika memadukan unsur hiburan, promosi dan simbol keagamaan.

Ia menilai kreativitas dalam membuat kegiatan tetap dapat dikembangkan, tetapi tidak semestinya dilakukan dengan mengorbankan penghormatan terhadap nilai agama maupun norma yang hidup di tengah masyarakat.

“Saya kira kita semua bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini. Jangan menjadikan agama sebagai gimmick untuk menarik perhatian. Kita ingin kegiatan-kegiatan di Luwu Timur tetap kreatif dan menarik, tetapi tetap menghormati nilai agama, budaya dan norma yang berlaku,” imbaunya.

Persoalan tersebut juga memiliki dimensi regulasi karena Luwu Timur telah memiliki Peraturan Daerah Kabupaten Luwu Timur Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pengendalian, Pengawasan dan Penertiban terhadap Produksi, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Peraturan daerah tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah daerah dalam melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap produksi, peredaran serta penjualan minuman beralkohol di wilayah Luwu Timur.

Namun, dalam konteks kasus viral tersebut, Irwan menekankan bahwa persoalannya tidak semata-mata berkaitan dengan keberadaan atau peredaran minuman beralkohol. Penyelenggara kegiatan juga perlu mempertimbangkan norma sosial dan nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.

“Pemerintah daerah tentu berkepentingan memastikan kegiatan-kegiatan yang berlangsung di Luwu Timur berjalan sesuai aturan. Pengawasan terhadap minuman beralkohol juga sudah memiliki dasar regulasi. Tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana seluruh penyelenggara kegiatan menghormati nilai agama dan norma masyarakat,” katanya.

Dengan demikian, capaian IKUB 2025 tidak hanya menjadi angka dalam survei, tetapi diharapkan tercermin dalam perilaku masyarakat ketika menjalankan kegiatan bersama.

Irwan menilai keberagaman Luwu Timur merupakan kekuatan yang harus dirawat. Setiap pihak perlu memastikan kreativitas di ruang publik tidak berubah menjadi tindakan yang berpotensi menyinggung kelompok tertentu.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang beredar di media sosial. Jika menemukan kegiatan atau konten yang dianggap tidak pantas, masyarakat diminta menyikapinya secara bijak dan menggunakan mekanisme yang tepat.

“Kalau ada hal-hal yang dianggap tidak pantas, mari kita sikapi dengan kepala dingin dan disampaikan melalui mekanisme yang baik. Yang paling penting adalah menjaga kerukunan yang sudah menjadi kekuatan Luwu Timur,” ujar Irwan.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser