Darurat! Puluhan Dokter RSUD I La Galigo Ancam Mogok Kerja

Asdhar
2 Min Read
Salah satu pelayanan medis di RSUD I La Galigo Luwu Timur (Sumber: rsudilagaligo.luwutimurkab.go.id)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Puluhan dokter spesialis di RSUD I La Galigo, Kabupaten Luwu Timur, mengancam akan melakukan mogok kerja. Hal itu lantaran pembayaran tambahan penghasilan atau insentif para dokter spesialis itu tak kunjung terbayarkan.

Dalam surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh 26 dokter spesialis, mereka secara tegas menuntut kepastian atas pembayaran insentif tersebut.

Para dokter ini merujuk pada SK Bupati Nomor 395/F-04/XII/Tahun 2023 tentang penetapan standar biaya yang seharusnya masuk dalam Anggaran 2024.

Tidak hanya itu, mereka juga mendesak adanya klarifikasi tertulis dan terbuka dari Direktur RSUD I Lagaligo Wotu mengenai kepastian pembayaran hak mereka.

Jika tidak ada kejelasan, para dokter menyatakan mereka tidak dapat menjamin untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah ancaman nyata bagi keberlangsungan layanan kesehatan di rumah sakit I Lagaligo Wotu.

Ancaman mogok kerja ini tentunya menjadi perhatian serius bagi Pemkab Luwu Timur. Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Luwu Timur, Jayadi Nas langsung merespons situasi ini dengan menyatakan pihaknya akan segera memanggil Direktur RSUD I Lagaligo Wotu untuk melakukan klarifikasi.

“Saya akan panggil Direktur RSUD dulu untuk mempertanyakan soal ini,” ungkap Jayadi Nas.

Lebih lanjut, Jayadi menambahkan pihaknya masih menunggu hasil konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar situasi ini menjadi lebih jelas.

Namun, jika tidak ada titik temu dalam waktu dekat, ancaman mogok kerja ini bisa berdampak sangat serius pada pelayanan medis di rumah sakit, yang pada akhirnya akan sangat merugikan masyarakat Luwu Timur.

Informasi yang dihimpun, insentif dokter spesialis untuk tahun 2024 baru terbayarkan selama dua bulan saja, yakni untuk Bulan januari dan februari, sementara sisanya hingga saat ini belum terbayarkan.

Sebelumnya, Direktur RSUD I La Galigo, dr. Andi Fajar Wela mengungkapkan pembayaran insentif tersebut saat ini masih menunggu rekomendasi dari Dewan Pengawas Rumah Sakit.

“Memang masih ada yang belum terbayarkan, dan selanjutnya kami menunggu rekomendasi dari Dewan Pengawas. Kami harus berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan administrasi,” jelas dr. Wela.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser