Datu Perlihatkan Situs Sejarah Luwu Ke Husler

Asdhar
3 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Sri Paduka Datu Luwu ke 40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau didampingi permaisuri dan perangkat adat memperlihatkan situs sejarah peninggalan budaya kedatuan Luwu yang ada di Desa Ussu, Kabupaten Luwu Timur, Rabu 6 April 2016.

Situs sejarah yang pertama kali diperlihatkan adalah “Bola Marajae”. Ini merupakan sebuah hutan yang berada di belakang perkampungan warga.

Menurut warga setempat, Bola Marajae ini merupakan kampung yang tak kasat mata. Hanya orang-orang tertentu saja yang mendapat restu atau berkah yang bisa melihat kampung ini.

Didepan gerbang menuju Bola Marajae, tetua adat melakukan ritual khusus. Ini merupakan bentuk izin untuk masuk kedalam area ini. Bupati Luwu Timur bersama Datu Luwu juga ikut menyaksikan langsung ritual itu. Usai meninjau Bola Marajae, rombongan langsung melakukan ziarah ke makam kuburan para leluhur atau yang disebut To Mallipa.

Untuk sampai ketempat ini, rombongan harus melewati jalan setapak dan sebuah sungai yang diatasnya ada jembatan kecil dari batang kelapa. Batu nisan makam itu sudah terlihat miring dan tertulis nama We Datu Senggeng.

Bupati Luwu Timur, HM.Thorig Husler mengaku baru mengetahui situs-situs sejarah ini di wilayahnya. Menurutnya, pemerintah akan berupaya membantu melestarikan berbagai peninggalan bersejarah tersebut.

“Dengan melihat langsung situs-situs sejarah ini, kedepan akan kita kembangkan dan kita lestarikan,” jelasnya.

Sementara Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau juga mengingatkan masyarakat Ussu agar menjaga makam ini dengan baik.

Ia juga berpesan agar pohon dan tanaman yang ada disekitar makam jangan ada yang ditebang. Meski hanya dua situs sejarah yang dikunjungi.

Menurut masyarakat setempat, masih ada beberapa situs sejarah lainnya seperti tompotikka, bulu-bulue atau gunung dan juga Salo Manggoroe atau air terjun yang berbunyi mendengkur. Konon kabarnya, jika ada “kejadian” di Ussu, suara Salo Manggoroe berbunyi sangat keras.

Beberapa sumber menyebutkan, Situs Bola Marajae adalah sebuah hutan yang terletak ditengah lembah yang dikelilingi oleh persawahan. Situs ini telah di ekskavasi tahun 1999 dan temuannya berupa pecahan-pecahan gerabah yang halus dengan kualitas pembakaran hampir sempurna.

Data temuan itu menjadi dasar untuk menempatkan Situs Bola Marajae sebagai situs pemukiman yang diperkiran dari periode awal masehi. Dari survei yang dilakukan memperlihatkan kondisi lingkungan situs yang tertutup pepohonan dan belukar yang cukup lebat serta permukaan tanahnya digenangi air.

Kondisi ini menyebabkan pengamatan terhadap lingkungan dan kolekting temuan agak sulit. Di antara beberapa pepohonan di situs ini, dikenali beberapa tumbuhan diantaranya (kelapa, mangga, pinang, dll) yang mengindikasi bahwa situs ini pernah diokuvasi oleh manusia di masa lalu.

Temuan arkeologis pada permukaan situs tidak banyak, itupun hanya terbatas pada bagian tanah yang tinggi dan tersingkap. Temuannya berupa pececahan-pecahan gerabah yang berukuran kecil dan sudah sangat aus.

Situs Ussu dalam naskah Lagaligo disebut sebagai pusat istana, namun dari beberapa penggalian dan survei yang dilakukan belum cukup data untuk menentukan sebuah situs sebagai pusat istana Luwu.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser