LUWU – Ribuan Aparat Sipil Negara (ASN) Pemkab Luwu, rela berdesak-desakan di loket bank Pembangunan Daerah, cabang Belopa. Antrean terlihat mulai mengular sejak pelayanan bank dibuka.
Amri, salah seorang warga Luwu, menyayangkan jika ASN terpaksa harus membolos kerja, untuk mencairkan THR. Padahal mereka punya kewajiban melaksanakan tugas sebagai abdi negara.
“Kalau setiap hari ada ribuan yang antre, berapa banyak ASN yang bolos kerja? Harusnya bisa disiplin dan taat pada aturan, apalagi mereka (ASN) sudah dimanjakan dengan berbagai macam tunjangan,” kata Amri, Rabu (06/06/18).
Padahal, THR yang diberikan pada seluruh ASN, sudah ditransfer ke rekening masing-masing, dan bisa dicairkan melalui ATM, sehingga tidak perlu terburu-buru untuk ditarik.”Ini diperparah karena tidak ada teguran dari Bupati atau Sekda, harusnya ASN yang membolos ini ditertibkan,” katanya.
Sementara Kepala cabang BPD Luwu, Hasrullah, meminta ASN yang telah menerima THR, agar mencairkan dananya melalui ATM. ASN yang memegang Kartu Pegawai, sudah terintegrasi dengan ATM, sehingga bisa dicairkan melalui ATM berlogo ATM Bersama.
“Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya disimpan saja, biar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain,” kata Hasrullah.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

