Dewan Minta DLH Lutim Cari Lembaga Kompeten Telusuri Endapan Lumpur Danau Matano

Thalita
2 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWU TIMUR – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur, H. Usman Sadik meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur untuk mencari lembaga yang kompeten.

Hal itu terkait endapan lumpur di danau Matano yang menyebabkan air danau Matano menjadi keruh. Danau yang berlokasi di Desa Matano, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur.

“Kenapa ? karena endapan lumpur ini berbahaya, pertama danau Matano itu sudah menjadi destinasi wisata, danau purba, kemudian Matano sudah ditetapkan desa wisata,” ucap Usman Sadik saat dimintai keterangan, Kamis (08/06/2023).

Legislator PAN ini menyebut bahwa, endapan lumpur yang mencemari danau Matano disinyalir dari limbah PT. Vale. “Ini ramai kemarin diberitakan, endapan lumpur di danau matano pada saat peringatan hari lingkungan hidup sedunia, dan kita sudah RDP dengan PT. Vale dan DLH terkait pencemaran lingkungan danau Matano,” tambahnya.

Selain endapan lumpur di danau Matano, Usman Sadik juga meminta agar menelusuri sungai Malili dan Sungai Lamangka.

“Itu juga sungai Malili, apakah ada endapan lumpur sehingga keruh. Muara sungai Lamangka termasuk limpahan limbah PT. Vale yang berada di sungai Lamangka yang mengalir ke Danau Mahalona melalui Sungai Lamangka,” pungkasnya.

Dilansir dari Inspirasi Timur, Manajemen PT. Vale, Bayu Aji mengatakan, insiden tersebut terjadi karena adanya limpasan air permukaan yang berasal dari daerah Langolia melalui GFS, drainase masyarakat dan dibuang ke tanjung Sorowako lama (danau Matano).

Setelah dilakukan pengecekan di lapangan disimpulkan bahwa potensi sumber kekeruhan bukan berasal dari area pertambangan Konde sesuai dengan kunjungan gabungan dan sesuai dengan sampel kekeruhan di area kolam Langolia.

Atas kondisi tersebut, akan dilakukan investigasi lebih lanjut berdasarkan pelacakan aliran sungai, selain itu telah dilakukan pengambilan sampel air pada aliran limpasan air permukaan. Serta melalukan pemeriksaan kondisi parit perimeter dan drainase Konde untuk memastikan penyebab yang terjadi.

Menurut Bayu Aji, kondisi ini terjadi setelah intensitas curah hujan yang tinggi selama dua hari berturut-turut di daerah tangkapan air di area Langolia (Sorowako). (*)

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser