DP2KB Lutim – Babinsa se Lutim Ikut Sosialisasi peran TNI dalam Pencegahan Stunting Secara Virtual

Thalita
2 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWU TIMUR – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) bersama Babinsa se Kabupaten Luwu Timur mengikuti Sosialisasi Peran TNI dan Mobilisasi Sosial Dalam Pencegahan Stunting tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang digelar secara Virtual, di Aula Media Center Dinas Kominfo-SP Lutim, Selasa (10/10/2023).

Sosialisasi dibuka oleh Brigjen TNI Budi Suharto dan dihadiri oleh Kasi Terkasrem 141 Toddopuli, Dandim jajaran 141, Danramil dan Babinsa beserta jajarannya, Dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dan DP2KB Kabupaten Luwu Timur, serta Tim Unicef Nike frans dan Surahman.

Dalam Sambutannya, Brigjen TNI Budi Suharto mengatakan, penanganan kasus stunting ini menjadi prioritas program dari pemerintah pusat dan Panglima TNI.

“Perkembangan stunting di wilayah Sulsel khususnya dijajaran Korem 141 Toddopuli masih menjadi soratan, dimana terdapat beberapa wilayah tingkat kasus stuntingnya masih tinggi sehingga kegiatan ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk memacu seluruh instansi terkait agar kepedulian terhadap prevalensi stunting dapat diatasi, termasuk masyarakat yang memiliki anak terkena stunting,” terang Budi Suharto.

Senada dengan itu, Tim Unicef, Surahman mengungkapkan, stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama dan infeksi yang berulang, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak seperti tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya.

“Stunting terjadi hampir diseluruh kelompok sosial ekonomi, sehingga permasalahan stunting ini bersifat mudimensional, artinya tidak hanya karena kemiskinan dan akses terhadap pangan, tetapi juga karena pola asuh dan pemberian makan pada balita, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menangani kasus stunting ini,” jelas Surahman.

Sementara Kepala Bidang Keluarga Berencana, Suliaty mengharapkan peran Babinsa setempat dan tokoh masyarakat dapat memastikan seluruh anak balita rutin dibawa ke posyandu setiap bulan, agar kedepannya tidak ada lagi anak balita yang terdampak stunting.

“Tidak bisa kita berharap pada pemerintah daerah saja yang aktif dalam penurunan prevalensi stunting, tetapi diharapkan sinergitas dengan Babinsa se Kabupaten Luwu Timur untuk turut berperan aktif dalam membantu mengingatkan masyarakat utamanya para orang tua agar rutin membawa anak-anaknya ke posyandu setiap bulannya,” kata Suliaty. (nab/ikp-humas/kominfo-sp)

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser