Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, mengapresiasi pelaksanaan Muharram Fest 1448 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Sorowako. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang perlu terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.
Jihadin yang turut menghadiri kegiatan di Kediaman Pribadi Bupati Luwu Timur, Malili, Senin (13/7/2026), mengatakan perhatian terhadap anak-anak yatim tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui pembinaan yang berkelanjutan.
“Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Yayasan Abulyatama yang selama ini konsisten menghadirkan ruang kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Kepedulian seperti ini harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Menurut Jihadin, anak-anak yatim merupakan generasi yang memiliki hak untuk memperoleh perhatian, pendidikan, dan kesempatan yang sama dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Karena itu, ia menilai kolaborasi antara pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat program pembinaan anak yatim di daerah.
“Anak-anak yatim tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat, tetapi juga pendampingan yang berkesinambungan agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berpendidikan, dan memiliki masa depan yang cerah,” katanya.
Ia juga menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang akan mendukung pembangunan pondok yatim serta pengembangan program pembinaan melalui rencana Yatim Village.
Menurutnya, program tersebut dapat menjadi investasi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Luwu Timur.
“Jika pembinaan dilakukan secara terarah, mulai dari pendidikan, pembentukan karakter hingga pengembangan keterampilan, maka anak-anak yatim akan memiliki peluang yang sama untuk meraih cita-cita mereka,” ungkap Jihadin.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang terkandung dalam Muharram Fest sejalan dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Momentum Tahun Baru Islam, lanjutnya, dapat menjadi pengingat bahwa membangun daerah tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan memperkuat kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
“DPRD tentu mendukung program-program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami berharap semakin banyak pihak yang ikut berpartisipasi sehingga semakin banyak anak-anak yatim yang mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan kesempatan untuk berkembang,” tuturnya.
Jihadin juga mengaku terharu melihat momen ketika Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler memeluk anak-anak yatim yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Pelukan itu bukan sekadar simbol, tetapi bentuk kasih sayang dan perhatian yang sangat berarti bagi anak-anak. Hal-hal seperti inilah yang akan terus mereka kenang dan menjadi penyemangat dalam menjalani kehidupan,” pungkasnya.
Muharram Fest 1448 Hijriah mengusung tema “Menguatkan Tulang Rusuk yang Patah dan Memuliakan Anak Yatim dengan Utuh”. Selain penyerahan santunan, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam pembinaan anak-anak yatim di Kabupaten Luwu Timur.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

