Duuh…Pemerkosaan dan Traffiking Meningkat Setiap Tahun di Luwu Raya

1 Min Read

Kasus Pemerkosaan dan perdangan (Traffiking) di wilayah Luwu Raya setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Data yang dihimpun di Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Kota Palopo menyebutkan tahun 2011 kasus kekerasan fisik dan pemerkosaan sebanyak 33 Kasus, dan tahun 2012 meningkat lagi menjadi 44 kasus.

Ketua LPPA Kota Palopo, Andi Fatmawati Syam yang dikonfirmasi luwuraya.com, Jumat (19/4/13) mengatakan meningkatnya kasus pemerkosaan dan kekerasan terhadap kaum hawa ini dipicu kurangnya pengawasan dari orang tua, dan banyaknya pengaruh negatif  dari lingkungan korban, selain itu faktor ekonomi, kurangnya perhatian Pemerintah juga ikut andil pemicu meningkatnya kasus pemerkosaan dan kekerasan terhadap perempuan.

“Kalau untuk wilayah Luwu Raya ini, Kabupaten Malili menduduki urutan pertama dalam kasus pemerkosaan, termasuk kekerasan dalam rumah tangga dan pencabulan terhadap anak dibawah umur,” kata Andi Fatma.(b)

Haswadi

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.