LUWURAYA.COM — Sebanyak empat siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama asal Kabupaten Luwu Timur berhasil meraih juara kedua dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Sulawesi Selatan yang digelar di Kota Makassar, Sabtu (31/10/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan di Hotel Novotel Makassar dalam kegiatan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan.
Dua siswa berprestasi berasal dari SDN 227 Puncak Kecamatan Malili, yakni Ar Rahman Sulkarnain yang meraih juara kedua komedi tunggal putra bahasa Bugis dan Alikha Mim Aquinha yang menyabet juara kedua komedi tunggal putri bahasa Toraja.
Prestasi serupa diraih Faera Watydiah dari SDN 272 Parahua Kecamatan Towuti pada kategori pidato putri bahasa Toraja, serta Meyshean dari SMPN 1 Tomoni Kecamatan Tomoni pada cabang komedi tunggal putri bahasa Toraja.
Pelestarian Bahasa Daerah
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Raoda, menyampaikan apresiasi serta rasa bangganya atas torehan prestasi yang diraih para pelajar tersebut.
Menurut Raoda, capaian ini tidak hanya mengharumkan nama daerah, tetapi juga mencerminkan kepedulian generasi muda dalam menjaga kelestarian bahasa dan kebudayaan daerah.
“Ini merupakan prestasi yang patut kita syukuri dan banggakan. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri sekaligus mencintai dan melestarikan bahasa daerah sebagai warisan budaya,” ujarnya.
Kepala dinas juga mengharapkan dukungan dari pihak sekolah, guru, dan orang tua terus diperkuat agar lebih banyak peserta didik di Luwu Timur yang mampu mencetak prestasi pada tingkat yang lebih tinggi.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

