Lebih Dekat dengan Gema Nada Nurul Junaidiyah, Juara Umum MIMFEST 2026

Asdhar
6 Min Read
Penyerahan trofi Juara Umum Mimfest 2026 kepada tim Gema nada Nurul Junaidiyah Luwu Timur (Sumber: IG/Mimfest2026)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Sorak sorai pecah saat nama Gema Nada Nurul Junaidiyah diumumkan sebagai Juara Umum Makassar International Marching Fest (MIMFEST) 2026. Di atas panggung Lapangan Karebosi, Makassar, para santri Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah Luwu Timur saling berpelukan sambil mengangkat trofi kemenangan.

Setelah empat hari bersaing dengan puluhan kelompok marching band dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan peserta mancanegara, kerja keras mereka akhirnya berbuah manis.

Gelar juara umum itu bukan diraih dalam satu penampilan. Tim asal Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, tersebut lebih dulu mengoleksi Juara I Street Parade, Juara I Brass Ensemble, Juara I Marching Concert Creative, serta Juara II Marching Show. Dominasi di sejumlah kategori itulah yang mengantarkan mereka menjadi Juara Umum MIMFEST 2026, festival marching band bertaraf internasional yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar.

Bagi masyarakat Luwu Timur, kemenangan ini bukan sekadar tambahan koleksi trofi. Di balik penampilan atraktif dan harmonisasi musik yang memukau, ada perjalanan panjang sebuah pesantren yang selama puluhan tahun konsisten membina karakter, disiplin, dan bakat para santrinya.

Dari Madrasah Sederhana Lahir Tim Berprestasi

Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah berdiri pada 1 Juli 1987 atas prakarsa almarhum Dr. (HC) KH. Abdul Aziz Rajmal. Saat itu, pesantren belum memiliki ruang belajar sendiri. Aktivitas pendidikan dimulai secara sederhana dengan menumpang di gedung sekolah negeri di Kecamatan Burau.

Hampir empat dekade berlalu, pesantren yang berlokasi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Lauwo, Kecamatan Burau, itu berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar di Kabupaten Luwu Timur. Saat ini, hampir 2.000 santri menempuh pendidikan di berbagai jenjang, mulai dari Taman Kanak-Kanak Islam (TKI), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Di lingkungan pesantren itulah lahir Gema Nada Nurul Junaidiyah, unit ekstrakurikuler marching band yang kini menjadi salah satu kebanggaan Luwu Timur. Bagi para santri, marching band bukan sekadar kegiatan pengisi waktu luang, melainkan ruang belajar tentang disiplin, kerja sama, dan ketekunan.

Pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan mulai menunjukkan hasil dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, Gema Nada meraih Juara II Umum tingkat nasional. Selain itu juga meraih Juara I tingkat Sulawesi Selatan pada Akkarena Marching Band Competition (AMBC). Dua tahun kemudian, mereka kembali mencatat prestasi sebagai Juara Umum Divisi Senior se-Indonesia Timur pada AMBC 2025.

Puncaknya terjadi di MIMFEST 2026. Prestasi itu menjadi penegas bahwa keberhasilan mereka bukanlah kebetulan, melainkan buah dari proses pembinaan yang konsisten.

Disiplin, Kekompakan, dan Dukungan Jadi Kunci

Pelatih Gema Nada Nurul Junaidiyah, Dr. Rusandi, mengaku bangga sekaligus terharu melihat perjuangan anak-anak didiknya berbuah gelar juara umum. Menurutnya, trofi tersebut menjadi simbol dari kerja keras yang mereka jalani selama ini.

Tim Marching Band Gema nada Nurul Junaidiyah Luwu Timur (Sumber: Dinas Kominfo SP Luwu Timur)

“Ini bukan sekadar lambang kemenangan, melainkan bukti nyata dari kerja keras, tetesan keringat, dan disiplin tinggi yang telah di dedikasikan oleh tim,” ujarnya.

Meski meraih hasil tertinggi, Rusandi mengingatkan seluruh personel agar tidak cepat berpuas diri. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi pijakan untuk terus berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi.

“Saya berharap kemenangan hari ini menjadi batu loncatan untuk meraih panggung yang lebih tinggi. Tetap membumi dan jaga kekompakan,” pesannya.

Rusandi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang telah memberikan dukungan selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi, mulai dari penyediaan seragam hingga fasilitas transportasi.

Bagi para personel, kemenangan itu lahir dari kebersamaan. Salah seorang anggota tim, Fasriel, mengatakan kekompakan menjadi modal utama yang membawa mereka meraih juara.

“Kemenangan ini bukan karena tiupan alat atau ketukan perkusi yang bagus. Namin karena semuanya berharmoni dengan hati yang tulus dan saling percaya,” tuturnya.

Apresiasi juga datang dari Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Ia menilai keberhasilan para santri Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Luwu Timur.

“Raihan prestasi Gema Nada Nurul Junaidiyah merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Luwu Timur. Mereka telah menunjukkan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat belajar mampu mengantarkan meraih prestasi di ajang internasional. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi pelajar dan santri lainnya untuk terus berkarya dan mengharumkan nama Luwu Timur,” ujar Irwan.

Keberhasilan Gema Nada Nurul Junaidiyah memperlihatkan bahwa prestasi besar lahir dari proses panjang. Dari sebuah pesantren yang memulai perjalanan dengan ruang belajar sederhana, kini lahir generasi muda yang mampu berdiri di podium juara umum ajang marching band bertaraf internasional. Lebih dari sekadar trofi, kemenangan itu menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten, disiplin, dan semangat kebersamaan mampu mengantarkan anak-anak daerah bersaing di panggung yang lebih luas.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser