Hotel Penuh Jelang Festival Danau Matano

Asdhar
2 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Meski gelombang penolakan Festival Danau Matano (FDM) oleh masyarakat Nuha masih terus disuarakan, namun pihak penyelenggara tetap optimis menggelar kegiatan bertaraf internasional itu sesuai dengan jadwal, yakni pada 27-29 November mendatang.

Bahkan, tingkat kunjungan wisatawan diklaim akan membludak. Hal itu terlihat dari jumlah reservasi kamar hotel di Sorowako dan Malili, yang sudah terpesan lebih dahulu oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Pemerintah dan pihak penyelenggara pun berencana untuk mengantisipasi hal itu, dengan menjadikan rumah warga untuk dijadikan home stay bagi para wisatawan yang tidak kebagian kamar hotel.

“Karena hotel sudah terservasi penuh, ada rumah warga di Lutim yang siap jadi home stay. Itu ada nilai ekonominya disitu,” ujar penjabat Bupati Lutim Irman Yasin Limpo kepada wartawan, Selasa (24/11/2015) di depan Kantor Gubernur Sulsel, Makassar.

Bukan hanya itu, lanjut Kepala Badan Diklat Sulsel ini, panitia mempersyaratkan bagi pengunjung atau wisatawan yang ingin menyaksikan Festival Danau Matano untuk memakai atribut buatan masyarakat Lutim.

“Misalnya ada baju yang dijual warga, itu baju dibeli wisatawan untuk dipakai di festival itu. Baju, gelang, assesoris kalung, tas dan lainnya. Ini ada nilai ekonominya bagi masyarakat di Lutim,” ujar Irman.

None, sapaan akrab Irman YL, menegaskan bahwa pihak panitia dan Pemkab Lutim dalam mengadakan Festival Danau Matano ini mengedepankan dua hal yakni menjadikan Danau Matano sebagai destinasi wisata utama di Sulsel bahkan Indonesia, kedua menjaga nilai-nilai budaya di sekitar Danau Matano.

“Nah bagaimana supaya banyak yang datang menyaksikan festival ini, kami memiliki daya pikat dengan mengundang artis mancanegara. Tapi kemasannya tetap mengendepankan budaya masyarakat Lutim,”
ujar None.

Diharapkan, jika acara ini sukses ada pihak sponsor yang mampu melirik acara ini sehingga ke depannya pemerintah tidak lagi menganggarkannya dalam APBD Lutim. “Tapi kalau dari tahun ke tahun memang acara seperti ini harus dilaksanakan. Mengingat potensi wisata di Lutim ini sangat besar,” katanya.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser