Hujan Diprediksi Mulai Turun November, BMKG: Curah Hujan Belum Normal

Asdhar
3 Min Read
Ilustrasi
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM – Masyarakat Tana Luwu masih menghadapi cuaca panas pada awal September 2026. Namun, kondisi tersebut diperkirakan mulai berubah dalam beberapa bulan ke depan karena hujan diprediksi kembali turun pada November.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memperkirakan hujan mulai muncul pada November 2026. Meski demikian, curah hujan pada periode tersebut belum diperkirakan mencapai kondisi normal.

Artinya, turunnya hujan pada November belum otomatis menandakan kondisi kering telah berakhir. Masyarakat masih perlu memperhatikan perkembangan cuaca karena pengaruh El Niño diprediksi belum sepenuhnya hilang.

BMKG memperkirakan El Niño masih berlangsung hingga April 2027. Intensitasnya mulai menurun pada November dan Desember, lalu terus melemah hingga April.

El Niño Melemah, Hujan Mulai Diprediksi November

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar menjelaskan, El Niño saat ini telah mencapai fase puncak pada periode Agustus–September.

“Untuk prediksi El Niño yang telah kami keluarkan itu, BMKG mengeluarkan bahwa akan terjadi hingga bulan April tahun 2027. Puncaknya di tahun ini di bulan-bulan Agustus, September, nanti pada saat November, Desember hingga April dia akan menurun intensitas El Niño-nya,” ujar Farid, Prakirawan BMKG Wilayah 4 Makassar.

Berdasarkan prediksi tersebut, hujan mulai berpeluang turun pada November. Namun, intensitasnya belum seperti kondisi normal.

Kondisi ini menjadi penting karena masyarakat bisa saja menganggap hujan yang mulai turun sebagai tanda musim hujan telah kembali sepenuhnya. Padahal, BMKG memperkirakan curah hujan masih berada di bawah kondisi normal.

BMKG juga mencatat kekuatan El Niño mencapai nilai 2,18 positif pada Agustus.

“Puncaknya itu El Niño di bulan Agustus ini dengan nilai 2,18 positif. Jadi, kalau indeksnya di atas 2, kami kategorikan sangat kuat,” jelasnya.

Setelah mencapai puncak tersebut, kekuatan El Niño diperkirakan terus menurun. Penurunan intensitas itu berlangsung mulai November dan Desember hingga April 2027.

Setelah periode tersebut, kondisi cuaca diperkirakan menjadi lebih basah.

Dengan demikian, November dapat menjadi salah satu titik perubahan setelah periode kering. Namun, pemulihan kondisi hujan diperkirakan berlangsung secara bertahap.

Tana Luwu Masih Menghadapi Cuaca Panas

Gambaran kondisi saat ini terlihat dari peringatan dini BMKG untuk tiga hari, yakni 30 Agustus, 31 Agustus, dan 1 September 2026.

Dalam peringatan tersebut, BMKG tidak mencantumkan potensi hujan pada kategori waspada, siaga, maupun awas untuk ketiga hari tersebut.

Sebaliknya, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Palopo masuk dalam daftar wilayah waspada udara panas. BMKG mencantumkan kondisi udara terasa panas pada ambang 35–40 derajat Celsius.

Kondisi tersebut menunjukkan perbedaan antara keadaan cuaca saat ini dan prediksi beberapa bulan ke depan. Saat ini masyarakat masih menghadapi periode panas, sementara hujan mulai diperkirakan kembali turun pada November.

Peringatan udara panas itu juga mencakup sejumlah wilayah lain di Sulawesi Selatan, seperti Barru, Bone, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Makassar, Maros, Pinrang, Sidrap, Sinjai, Soppeng, Takalar, dan Wajo.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser