Husler Optimis IPI Membawa Manfaat Besar Di Luwu Timur

Asdhar
2 Min Read

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler melantik Dewan Pengurus Cabang Ikatan Pesantren Indonesia (DPC IPI) Kab. Luwu Timur Periode 2019-2024. Serta melantik Dewan Masjid Kecamatan Malili pada saat Safari Ramadhan di Kecamatan Malili yang dipusatkan di Masjid Agung Malili, Selasa (21/05/2019).

Pelantikan pengurus IPI Cabang Luwu Timur periode 2019-2024, diketuai oleh KH. Suardi Ismail, disaksikan oleh Sekertaris Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Sulawesi Selatan, Abd. Rauf, Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bahri Syam, unsur Forkopimda dan Kepala OPD.

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler merasa optimis kalau IPI mampu membawa manfaat besar dan positif bagi pembangunan masyarakat di Luwu Timur. Tidak sekedar dalam dinamika Pondok Pesantren, tetapi dalam arti lebih luas untuk masyarakat Luwu Timur.

“Dalam sebuah ikatan, suatu oraganisasi seperti IPI merupakan suatu wadah silaturahmi antara seluruh pondok pesantren terutama di Luwu Timur,” ujarnya.

Dia menerangkan, banyak kader-kader terbaik Islam yang dicetak dari sebuah Pondok Pesantren. Hal itu membuktikan bahwa pondok merupakan tempat yang baik untuk membentuk generasi penerus bangsa yang paham Islam dan berakhlak mulia.

“Kami berharap, IPI tidak hanya menjadi ruang konsolidasi, namun menjadi jembatan bagi para santri, Pemerintah, dan seluruh unsur terkait untuk bersama-sama membangun Luwu Timur,” harapnya.

Terakhir, Husler mengucapkan selamat mengemban amanah kepada yang dilantik baik pengurus DPC IPI Luwu Timur dan Dewan Masjid Kecamatan Malili. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.