Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler memimpin apel siaga bencana yang berlangsung dihalaman Mapolres Luwu Timur, Kamis (29/9/16).
Tim gabungan siaga bencana terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Polisi Kehutanan, Satpol PP, Tagana, Damkar, Senkom dan Palang Merah Indonesia (PMI).
Dalam sambutannya, Husler mengatakan, penanggulangan bencana pada hakikatnya merupakan upaya kemanusiaan untuk melindungi dan menyelamatkan manusia sebagai sumber daya pembangunan dari ancaman bencana.
Untuk mendukung penanganan peduli bencana, Apel siaga ini sangat penting sebagai upaya strategis dalam melaksanakan manajemen pengelolaan bencana mulai dari tindakan preventif, hingga pasca bencana secara profesional dan bertanggung jawab.
“Saya harapkan seluruh tim gabungan meningkatkan koordinasi dan bekerjasama dalam menangani setiap bencana,” ungkap Husler.
Ia juga menyayangkan adanya aksi perambahan dan pembakaran kawasan hutan yang banyak terjadi di Kecamatan Towuti. Menurutnya, aksi perambahan dilakukan warga dari luar wilayah Luwu Timur.
Oleh karena itu, dirinya meminta agar tim melakukan operasi penertiban di wilayah yang dirambah tersebut. “Lakukan operasi, dan pasang police line diwilayah yang dirambah tersebut. Selanjutnya lakukan penanaman pohon dan perketat pengawasan,” ungkapnya.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

