LUWURAYA.COM — Warga yang selama ini mengandalkan jembatan berbayar untuk menghubungkan Salujambu di Kabupaten Luwu dengan Lawewe di Kabupaten Luwu Utara segera memiliki akses jembatan permanen.
Jembatan Salujambu yang dibangun pemerintah kini telah mencapai sekitar 93 persen. Bupati Luwu Patahuddin menargetkan pekerjaan tersebut rampung pada September 2026.
Jembatan ini menghubungkan Desa Salujambu, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu, dengan Desa Lawewe, Kecamatan Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara.
Pembangunannya menggunakan anggaran lebih dari Rp12 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada Pemerintah Kabupaten Luwu pada 2025.
Bupati Patahuddin meninjau langsung progres pembangunan jembatan tersebut. Ia menyebut kehadiran jembatan permanen akan memberikan manfaat bagi mobilitas warga sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan berbagai komoditas masyarakat.
“Insyaallah, jembatan ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas warga dan memperlancar distribusi hasil pertanian serta berbagai komoditas masyarakat,” ujar Patahuddin.
Dari jembatan berbayar ke jembatan permanen
Pembangunan Jembatan Salujambu-Lawеwe memiliki cerita yang cukup panjang.
Pada 2021, akses antara Salujambu dan Lawewe masih menggunakan jembatan yang dibangun secara pribadi. Warga dikenai biaya ketika melintas karena jembatan tersebut membutuhkan biaya perawatan.
Saat itu, jembatan tersebut menjadi akses penting bagi warga dua desa. Sebagian warga Salujambu memiliki kebun atau sawah di Lawewe, begitu pula sebaliknya. Sebelum ada jembatan, warga harus menggunakan perahu atau rakit untuk menyeberangi sungai.
Kondisi tersebut membuat jembatan berbayar tetap digunakan meski tarifnya tidak memiliki patokan tetap. Pada 2021, pemerintah menyebut pembangunan jembatan permanen sudah direncanakan untuk mengatasi persoalan akses tersebut.
Kini, rencana tersebut memasuki tahap akhir. Berdasarkan perkembangan terbaru, jembatan yang dibangun pemerintah tersebut ditargetkan segera selesai dan kemudian menunggu jadwal Gubernur Sulawesi Selatan untuk diresmikan.
Pembangunan jembatan menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Kabupaten Luwu.
Bagi masyarakat di kawasan tersebut, manfaat jembatan bukan hanya soal menyeberangi sungai. Akses yang lebih baik diharapkan membuat perjalanan warga lebih mudah sekaligus memperlancar pergerakan hasil pertanian dan komoditas dari kedua wilayah.
Patahuddin mengatakan konektivitas yang semakin baik juga dapat membuka peluang ekonomi masyarakat.
“Dengan akses yang semakin lancar, kita berharap distribusi hasil pertanian dan komoditas masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien. Pada akhirnya ini akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

