Jihadin: Setelah Merdeka, Perjuangan Melawan Kemiskinan Belum Selesai

Asdhar
4 Min Read
Unsur Forkopimda diantaranya Bupati Luwu Timur, Irwan bachri Syam, Wakil Ketua I DPRD Lutim, Jihadin Peruge, Kasi Intel Kajari Lutim, Deri Fuad Rachman, Pabung Mayor Arm Syafaruddin, perwakilan Pengadilan Negeri Lutim, perwakilan Pengadilan Agama Malili, para Asisten dan Staf Ahli, serta para kepala OPD
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWURAYA.COM – Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, perjuangan bangsa belum sepenuhnya selesai. Jika generasi terdahulu berjuang merebut kemerdekaan, generasi saat ini menghadapi tantangan berbeda, salah satunya memastikan masyarakat terbebas dari kemiskinan dan ketertinggalan.

Pesan tersebut menjadi refleksi Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur Jihadin Peruge dalam momentum Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Malili, Minggu malam (16/8/2026).

Renungan suci digelar menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan diikuti jajaran Forkopimda, TNI-Polri, pejabat daerah serta unsur masyarakat.

Bagi Jihadin, berada di hadapan pusara para pahlawan bukan sekadar bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati masyarakat hari ini diperoleh melalui pengorbanan besar.

Karena itu, generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan tersebut dalam bentuk yang sesuai dengan tantangan zaman.

Tantangan Berubah, Perjuangan Berlanjut

Perjuangan mempertahankan kemerdekaan, menurut Jihadin, tidak lagi dilakukan dengan menghadapi penjajahan secara fisik.

Tantangan generasi sekarang justru berada pada bagaimana memastikan kemerdekaan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi masyarakat, termasuk dalam memperoleh kehidupan yang layak dan terbebas dari berbagai bentuk ketertinggalan.

Kemiskinan menjadi salah satu persoalan yang menurutnya masih membutuhkan perhatian bersama.

“Setelah Indonesia merdeka, bukan berarti perjuangan kita selesai. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana kemerdekaan ini benar-benar memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat. Kemiskinan dan ketertinggalan masih menjadi pekerjaan bersama yang harus kita hadapi,” ujarnya.

Menurut Jihadin, semangat para pahlawan perlu diterjemahkan dalam bentuk pengabdian yang nyata. Setiap elemen masyarakat memiliki peran sesuai bidang masing-masing untuk mendorong kehidupan yang lebih baik.

Bagi pemerintah dan DPRD, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui pembangunan dan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Sementara bagi masyarakat, kontribusi dapat dilakukan melalui pekerjaan, pendidikan, kepedulian sosial serta menjaga persatuan.

Pembangunan Harus Memberi Manfaat

Jihadin menilai ukuran keberhasilan mengisi kemerdekaan tidak cukup dilihat dari banyaknya pembangunan yang dilakukan.

Yang lebih penting adalah memastikan pembangunan tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Mengisi kemerdekaan bukan hanya dengan membangun secara fisik, tetapi memastikan pembangunan itu memberikan manfaat. Kita ingin masyarakat semakin memiliki kesempatan untuk bekerja, meningkatkan kesejahteraan dan keluar dari berbagai persoalan yang dihadapi,” katanya.

Dalam konteks Luwu Timur, pembangunan daerah membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, DPRD dan masyarakat.

Persatuan juga dinilai menjadi modal penting. Perbedaan latar belakang masyarakat tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bersama-sama membangun daerah.

Jihadin mengajak masyarakat menjadikan semangat kemerdekaan sebagai dorongan untuk saling membantu dan menjaga kepedulian terhadap kondisi sosial di lingkungan masing-masing.

Menghormati Pahlawan dengan Kerja Nyata

Renungan di TMP Malili menjadi pengingat bahwa para pahlawan yang dimakamkan di tempat tersebut telah memberikan pengorbanan yang tidak kecil untuk bangsa.

Generasi hari ini memang tidak mengalami perjuangan dalam bentuk yang sama. Namun, nilai keberanian, persatuan dan pengabdian yang diwariskan para pendahulu tetap relevan untuk diterapkan.

Jihadin berharap semangat tersebut tidak berhenti setelah rangkaian peringatan HUT RI berakhir.

“Cara kita menghormati para pahlawan hari ini adalah meneruskan semangat mereka melalui kerja nyata. Jangan sampai kemerdekaan hanya kita rayakan setiap bulan Agustus, tetapi tidak kita maknai dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Jihadin.

Menurutnya, perjuangan membangun daerah merupakan proses yang membutuhkan waktu dan konsistensi. Karena itu, pemerintah, DPRD dan masyarakat perlu terus menjaga sinergi agar berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat dapat ditangani secara bertahap.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser