Ketua TP PKK Lutim Ikuti Dialog Publik Pencegahan Kanker Payudara dan Leher Rahim Secara Virtual

Thalita
3 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWU TIMUR – Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Timur, Hj. Sufriaty Budiman beserta pengurus PKK hingga Kader mengikuti Dialog Publik dalam Forum Webinar, di Aula Rujab Bupati, Selasa (31/08/2021), yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dengan melibatkan peran Tokoh agama dan Tokoh masyarakat dalam membantu mengedukasi masyarakat khususnya kaum perempuan untuk melakukan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka meningkatkan upaya pencegahaan dan pengendalian kanker payudara dan kanker leher rahim dalam meningkatkan kepedulian dan keikutsertaan perempuan untuk melakukan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim secara berkala.

Plt. Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dalam sambutannya yang disampaikan oleh Direktur P2P Tidak Menular Kemenkes RI, dr. Cut Putri Arianie, MHKes mengatakan, kanker merupakan masalah kesehatan global dimana jumlah kasus dan angka kematian terus meningkat.

“Berdasarkan data Globocan tahun 2020 terdapat 18,1 juta kasus baru dan angka kematian 9,6 juta di dunia. Yang artinya, 1 dari 6 kematian di dunia disebabkan karena penyakit kanker,” ujarnya.

Di Indonesia sendiri, lanjut dr. Cut Putri Arianie, kasus kanker terbanyak adalah kanker payudara, kemudian kanker leher rahim yang ada pada wanita. Sementara pada pria adalah kanker paru-paru dan kanker kolorektal.

Dirinya mengungkapkan, badan kesehatan dunia atau WHO menyatakan bahwa sekitar 30-50% kematian akibat kanker dapat dicegah dengan menghindari faktor resiko diantaranya pola makan tidak sehat dimana konsumsi kadar gula, garam dan lemak, tidak merokok, rajin melakukan aktifitas fisik dan menjaga berat badan ideal serta membudayakan deteksi dini secara berkala.

“Tokoh agama dan Tokoh masyarakat merupakan suri tauladan dan panutan yang paling dekat dengan masyarakat. Peran mereka sangat penting dalam membangun kepercayaan dan kepatuhan masyarakat termasuk dalam budaya menjaga dan mengendalikan penyakit melalui upaya-upaya kesehatan seperti melakukan deteksi dini,” tutur dr. Cut Putri Arianie.

Untuk itu, ia berharap Tokoh agama dan Tokoh masyarakat sebagai orang yang sangat didengar oleh masyarakat untuk memaksimalkan perannya dalam menggerakkan keikutsertaan masyarakat untuk membudayakan deteksi dini kanker khususnya kanker payudara dan kanker leher rahim.

Adapun narasumber pada dialog ini, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Dr. Hari Nur Cahya Murni, M.Si., Kepala BKKBN, Dr. (H.C) dr. Hasto Wardoyo, SpOG (K)., Ketua Umum Asosiasi Dinkes, dr. M. Subuh, MPPM., Ketua Himpunan Obstetri Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI), Dr. dr. Raden Soerjo Hadijono, SpOG (K), dan di moderatori oleh dr. Haekal Anshari, M.Biomed (AAM) selaku Presenter dan Influencer. (rhj)

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser