Ana (39) akhirnya ditemukan dalam keadaan mengapung di sungai posoi, desa Tabaroge Kecamatan Wotu, Kamis (21/08/14) sekitar pukul 15.00 wita setelah dikabarkan menghilang beberapa hari yang lalu. Sementara korban ditemukan oleh saudara kandungnya sendiri yakni Risman bersama dengan warga setempat.
“Awalnya kami tidak percaya jika yang mengapung itu adalah korban. Setelah kami coba untuk mendekat ternyata betul. Korban ditemukan dalam keadaan mengapung dan bengkak,” ungkap Sulaeman, warga yang ikut menemukan korban.
Sebelumnya, korban, Ani (39) bersama dengan ibunya, Haderia berjalan kaki di jembatan gantung yang menghubungkan antara dusun Tarabbi dan dusun Lapompou, Selasa (19/08/14) sekitar pukul 19.30 wita. Dirinya melewati jembatan tersebut dengan niat ingin menonton televisi dirumah Hj Bayah disebelah sungai ini.
Saat melewati jembatan itu, korban yang berada dibelakang ibunya terjatuh di sungai. Mendengar anaknya terjatuh, sang ibu langsung berteriak dan meminta tolong kepada warga setempat.
Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengatakan jika dirinya sangat prihatin atas musibah ini. Selain itu, juga meminta kepada keluarga korban agar tetap bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah.
“Innalillahi wainnailaihi rojiun, semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT,” ungkap Husler.
Rencananya korban akan dikebumikan di pemakaman umum desa Tabaroge, Kecamatan Wotu, Kamis (21/08/14) sore ini. (*)
Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

