Ladang Nikel Lutim Dilelang, Dewan Desak Kementerian ESDM Prioritaskan BUMD Lokal

Thalita
2 Min Read
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

LUWU TIMUR – Perusahaan tambang Nikel di Kabupaten Luwu Timur akan bertambah. Hal ini terungkap saat beredarnya informasi dari Kementerian Energi sumber daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia saat melelang tiga Ladang Nikel, yang semuanya berada di Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (18/04/2024).

Berdasarkan informasi yang didapatkan, Kementerian ESDM di Jakarta menyebutkan bahwa ketiga Blok yang akan dilelang itu telah memiliki Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP) dengan luasan ribuan hektar.

Calon peserta lelang dapat mengakses melalui aplikasi https/Minerba.ESDM.go.id/lelang, peserta menggunakan akun OSS BKPM saat dimulainya Lelang.

Adapun ketiga Blok yang akan dilelang tersebut yakni, Blok Buluballang dengan luas lahan 1.665 hektar. Adapun nilai kompensasi data informasi untuk blok ini sebesar Rp. 5.972.500.000.

Kemudian, Blok Lingke Utara dengan luas lahan 943 hektar. Nilai kompensasi data informasi untuk blok ini yakni sebesar Rp. 3.378.300.000. dan Blok Pongkeru dengan luas lahan 4.252 hektar. Adapun nilai kompensasi data informasi untuk wilayah ini yakni sebesar Rp. 14.409.850.000.

Lelang dilakukan dengan penawaran tertulis tanpa kehadiran peserta, sebelumnya, ketiga blok yang akan dilelang telah ditawarkan kepada BUMN dan BUMD.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Luwu Timur, Najamuddin dari Fraksi Golkar meminta kepada Pemerintah Pusat agar memprioritaskan dan memperhatikan BUMD PT. Luwu Timur Gemilang.

Permintaan legislator itu bukan tanpa alasan, pasalnya ladang Nikel yang tiga Blok itu lokasinya semua di Luwu Timur, tentu masyarakat dan pemerintah daerah yang merasakan langsung dari dampak aktivitas pertambangan dan ini harus diperhatikan pak Menteri.

Najamuddin juga meminta kepada seluruh masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Luwu Timur mendesak kepada pemerintah provinsi dan pusat agar memprioritaskan BUMD milik Luwu Timur untuk mengelola sendiri Blok nikel yang akan dilelang.

“Jangan BUMD Luwu Timur dijadikan penonton sendiri di daerah nya, ini perlu kebersamaan untuk meminta dan mendesak kementrian ESDM agar tiga ladang Nikel kita kelola sendiri demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Bumi Batara guru,” tegas Najamuddin. (*)

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser