Lihat Sagu, Menpora RI Datangi Stan Disbudpar Luwu

2 Min Read

Stan milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Luwu, tiba-tiba didatangi oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga (menpora) RI Andi Alfian Mallarangeng, saat Pameran Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara (GWBN) 2012 yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Jakarta Convention Center (JCC) yang digelar empat hari dimulai siang tadi pukul 14.00 Wib.

Ternyata, kedatangan Andi Mallarangeng itu setelah dia melihat ada tepung sagu, bahan baku pembuat kapurung, yang dipamerkan di stan Disbudpar Luwu. “Ini sagu untuk membuat kapurung sama baccilaung ya.” Ujar Andi Mallarangeng sambil tertawa.

Dia mengaku mengingat masa-masa masih di kampung dulu, dia suka mengonsumsi Kapurung dan Baccilaung.

Tepung sagu yang dipamerkan di stan milik Disbudpar Luwu ini merupakan hasil produksi lokal yang dikerjakan oleh CV Fitrah Niaga Sejahtera, di Bone Pute, Kecamatan Larompong. Usaha skala home industry ini sudah mampu memproduksi tepung sagu yang penjualannya sudah merambah sejumlah kota besar di Indonesia.

Sagu sendiri merupakan bahan dasar pembuatan kapurung, yang merupakan makanan pokok khas masyarakat Sulawesi Selatan. Begitu juga dengan Baccilau, yang dibuat sebagai panganan cemilan masyarakat Sulsel.

Disbudpar Luwu merupakan salah satu perwakilan Sulsel yang ditunjuk mengikuti pameran tersebut. Selain Disbudpar Luwu, juga terpata stan asal Sulawesi Selatan yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar. Pameran ini rencananya akan dilaksanakan hingga Minggu (3/6/12) mendatang.

Pameran tersebut juga dibarengi dengan pameran olahraga dan pameran bisnis pertanian . Dalam pameran GWBN 2012 tersebut diadakan pula beragam acara pendukung seperti Indonesia Tourism Table Top, presentasi dan talkshow potensi wisata unggulan nusantara, festival tari daerah, peragaan busana pengantin, serta peragaan busana batik untuk anak-anak. (mun/b)

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *