Lulusan SMA Luwu Raya Berpeluang Rebut 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026

Asdhar
4 Min Read
Ilustrasi ASn 2026
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Kabar baik bagi lulusan SMA dan SMK di wilayah Luwu, Luwu Utara, Kota Palopo, dan Luwu Timur. Pemerintah kembali membuka seleksi sekolah kedinasan Tahun Anggaran 2026 dengan total 4.770 formasi yang tersebar di sembilan kementerian dan lembaga.

Bagi banyak pelajar di Luwu Raya, sekolah kedinasan menjadi salah satu jalur yang paling diminati karena memberikan kesempatan menempuh pendidikan kedinasan sekaligus membuka peluang berkarier sebagai aparatur sipil negara (ASN) setelah memenuhi ketentuan instansi masing-masing.

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi SSCASN Sekolah Kedinasan milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Jumlah formasi tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025 pemerintah hanya menyediakan sekitar 3.257 formasi, sedangkan pada 2026 jumlahnya bertambah menjadi 4.770 formasi. Artinya, tersedia tambahan lebih dari 1.500 kursi yang dapat diperebutkan lulusan SMA/SMK dari seluruh Indonesia.

Bagi lulusan di Luwu Raya, peningkatan kuota tersebut menjadi peluang yang patut dipersiapkan sejak sekarang, terutama bagi mereka yang bercita-cita melanjutkan pendidikan di sekolah kedinasan seperti IPDN, STAN, STIS, maupun sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan seleksi sekolah kedinasan bukan sekadar pintu masuk menjadi ASN, tetapi juga proses membentuk generasi muda yang kompeten, berintegritas, dan disiplin dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri menjadi pribadi yang kompeten, berintegritas, dan disiplin dalam pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

IPDN dan STAN Jadi Formasi Terbesar

Sebanyak sembilan kementerian dan lembaga membuka penerimaan sekolah kedinasan pada 2026.

Rincian formasi yang disiapkan pemerintah adalah IPDN sebanyak 1.410 formasi, PKN STAN 1.000 formasi, 22 sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan 891 formasi, Politeknik Statistika STIS 564 formasi, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan 375 formasi, Politeknik Pengayoman Indonesia 250 formasi, STMKG 130 formasi, STIN 100 formasi, dan Politeknik Siber dan Sandi Negara 50 formasi.

Dari rincian tersebut, IPDN menjadi instansi dengan kuota terbesar, disusul STAN dan sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan.

Pemerintah menjadwalkan tahapan awal seleksi sekolah kedinasan dimulai pada Agustus 2026, meliputi pengumuman seleksi, pendaftaran dan registrasi melalui SSCASN, serta pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada September 2026. Jadwal seleksi lanjutan akan ditentukan oleh masing-masing sekolah kedinasan sesuai ketentuan instansi.

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi SSCASN. Calon peserta harus membuat akun, melengkapi biodata, memilih sekolah kedinasan yang dituju, mengunggah dokumen persyaratan, dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan.

Persiapan Sejak Dini Jadi Kunci

Seleksi sekolah kedinasan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN, sehingga hasil ujian ditentukan sepenuhnya oleh kemampuan peserta.

Materi SKD terdiri atas Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegas Rini Widyantini.

Karena persaingan diperkirakan tetap ketat, calon peserta dari Luwu Raya disarankan mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Selain mempelajari materi SKD, mereka juga perlu menyiapkan dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK), KTP atau Kartu Identitas Anak, ijazah atau surat keterangan lulus, rapor, pas foto, serta dokumen lain sesuai persyaratan instansi.

Dengan total 4.770 formasi, sekolah kedinasan 2026 menjadi salah satu peluang terbesar bagi lulusan SMA dan SMK di Luwu Raya yang ingin melanjutkan pendidikan sekaligus membangun karier di lingkungan pemerintahan.

Bagi pelajar yang bercita-cita menjadi pamong praja, ahli keuangan negara, statistisi, perwira transportasi, intelijen, atau aparatur pemerintah di bidang teknis lainnya, seleksi sekolah kedinasan tahun ini dapat menjadi momentum penting untuk memulai langkah menuju karier di birokrasi nasional.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser